Gelar Musrenbang RPJMD, Pemkab Mojokerto Genjot 4 Misi Strategis

Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyebut, ada 4 misi unggulan yang akan digeber dalam rencana program 5 tahunan itu.

02 May 2025 - 14:01
Gelar Musrenbang RPJMD, Pemkab Mojokerto Genjot 4 Misi Strategis
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra saat beberkan 4 misi unggulan pada Musrenbang RPJMD 2025—2029. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025—2029 di Pendopo Graha Maja Tama, Kantor Bupati Mojokerto, Jumat (2/5/2025).

Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyebut, ada empat misi unggulan yang akan diprioritaskan dalam rencana program 5 tahunan itu. Pertama, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kedua, mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, cerdas, terampil, produktif dan berkarakter, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjaga ketenteraman masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Misi yang ketiga, yaitu membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan. Mulai dari koperasi, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga badan usaha milik desa (BUMDesa) yang berbasis masyarakat, guna mewujudkan keluarga yang sejahtera.

Misi yang terakhir, yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan di semua sektor untuk mendorong sejumlah aspek. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, mendukung akses sosial, budaya dan pelestarian lingkungan.

Politisi muda yang akrab disapa Gus Barra ini merinci, tujuan membangun tata kelola pemerintahan yang baik adalah demi mewujudkan pemerintahan yang berintegritas, transparan, akuntabel dan responsif. Untuk mewujudkannya, dia merinci sejumlah rencana kegiatan.

Di antaranya, yaitu pelatihan dan sertifikasi untuk aparatur sipil negara (ASN), penguatan sistem pengawasan internal, pelatihan lanjutan dan pengembangan karier, implementasi kode etik dan disiplin ASN, serta pengembangan sistem akuntansi berbasis teknologi, audit internal berkala.

Selain itu, yang akan dilakukan yaitu peningkatan layanan terpadu satu pintu dan pengembangan aplikasi layanan publik. Sosialisasi dan pelatihan anti korupsi serta penguatan fungsi inspektorat juga dianggap penting untuk dilakukan.

“Mediasi dan dialog antarkomunitas, penguatan peran tokoh masyarakat. Implementasi sistem e-government dan data terpusat guna pengembangan platform digital untuk layanan publik dan pengembangan infrastruktur digital,” terang Muhammad Albarra, Jumat (2/5/2025).

Pada misi pertama ini, sambung Gus Barra, ada 6 program unggulan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Pertama, peningkatan kesejahteraan rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) dan badan permusyawaratan desa (BPD).

Kedua, Gus Barra, membentuk kampung platform digital. Ketiga, program pembangunan desa berbasis produksi (pendopo). Keempat, program desa digital service (dediser). Kelima, digitalisasi pemerintahan dengan konsep e-government. Terakhir, program mall pelayanan publik (MPP) digital.

Sementara, untuk misi atau program kedua, kata Gus Barra, ada beberapa program yang dilakukan untuk mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta menjaga ketenteraman masyarakat.

Hal itu akan diwujudkan dengan beberapa cara. Yakni dengan peningkatan program makanan tambahan bagi anak sekolah, peningkatan gaji dan guru, program perumahan, dan pengembangan kualitas koperasi-koperasi di sekolah.

“Kemudian dengan integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, penyediaan beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu, program bantuan pendidikan, kampanye literasi dan pelatihan peningkatan keterampilan numerasi,” terangnya.

Selanjutnya, sambung Gus Barra, adalah program pendirian sekolah vokasi, kerja sama dengan industri untuk magang dan praktik kerja, program pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan, pembangunan fasilitas kesehatan, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Kemudian program penyuluhan kesehatan ibu dan anak, peningkatan layanan kesehatan maternal dan neonatal, vaksinasi massal, kampanye pencegahan penyakit menular, pemberian makanan tambahan untuk balita, serta edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

Selain itu, kampanye kesehatan lingkungan, program sanitasi dan akses air bersih, kampanye hidup sehat, deteksi dini penyakit tidak menular, dan penyuluhan kesehatan mental dan pengembangan layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan.

Untuk implementasi misi ketiga itu, Gus Barra menyebut, akan memfasilitasi dengan beberapa hal. Yakni menggelar pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan bagi UMKM, pendampingan koperasi, akses modal untuk koperasi, dan peningkatan kemandirian ekonomi desa.

Kemudian peningkatan akses pasar, program inovasi dan teknologi, fasilitasi industri kreatif, program promosi produk lokal, pengembangan lembaga keuangan mikro, akses kredit bagi pelaku usaha, serta program pengembangan pariwisata yang terintegrasi dan berbasis komunitas.

Selain itu, pengembangan infrastruktur pertanian dan perikanan, peningkatan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang pariwisata dan peningkatan kualitas daya saing tenaga kerja dan akses kesempatan kerja (pelatihan kerja kompetensi, vokasi dan pameran bursa kerja).

Sementara untuk program misi terakhir, Gus Barra menyebut, akan mewujudkannya dengan kegiatan pembangunan dan perbaikan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan sistem air bersih, dan pembangunan sanitasi di pedesaan.

Selain itu, akan diwujudkan dengan kegiatan pembangunan infrastruktur layanan umum, pengelolaan dan pelestarian lingkungan dan pembangunan infrastruktur mitigasi bencana, serta pelatihan kesiapsiagaan bencana.

Adapun program unggulan pada misi keempat ini adalah pembangunan pusat pemerintahan baru dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah Kabupaten Mojokerto. Kemudian pembangunan sport center berskala nasional, dan pembangunan waduk atau embung di wilayah utara sungai.

“Penyediaan sumur-sumur dalam (pantek) untuk mengantisipasi sumur kering, pengembangan wilayah perbatasan Mojokerto dengan wilayah sekitar dan program bedah rumah,” tutup Gus Barra. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow