Gejolak Timur Tengah Picu Panic Buying, Antrean BBM Mengular di Bondowoso
Ketegangan geopolitik Timur Tengah berdampak hingga daerah. Antrean BBM di Bondowoso meningkat, namun pemerintah memastikan stok dari PT Pertamina (Persero) masih aman.
BONDOWOSO, SJP – Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang memunculkan isu penutupan jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz mulai memicu kekhawatiran masyarakat di berbagai daerah. Bahkan beredar kabar bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia disebut hanya cukup untuk sekitar 21 hari.
Isu tersebut berdampak pada meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat yang khawatir akan terjadi kelangkaan. Di Kabupaten Bondowoso, antrean kendaraan pun terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan solar.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU pada Sabtu (7/3/2026) guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih, mengatakan hasil pemantauan di lapangan memang menunjukkan adanya peningkatan antrean kendaraan, terutama roda dua.
“Memang ada antrean pembelian BBM, khususnya Pertalite. Karena itu kami turun langsung untuk memantau kondisi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Nunung, antrean tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kelangkaan BBM sehingga sebagian warga membeli bahan bakar lebih banyak dari biasanya.
Pemerintah daerah sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan kondisi distribusi BBM di wilayah Bondowoso tetap aman.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik menyikapi situasi yang berkembang.
Dalam keterangannya, bupati menegaskan bahwa stok dan distribusi BBM di Bondowoso masih dalam kondisi aman.
“Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, ketersediaan BBM di wilayah Bondowoso masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bupati juga mengajak masyarakat membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan sehari-hari dan tidak melakukan penimbunan.
“Pembelian secara berlebihan justru dapat mengganggu kelancaran distribusi dan menyebabkan antrean panjang di SPBU,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan ketersediaan BBM serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

