Miris! SD Filial di Bondowoso Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Sebut Sudah Usulkan Pembangunan

Gedung SD Filial SDN Klabang 2 di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh. Meski atap kelas disangga bambu dan rawan ambruk, 14 siswa tetap menjalani proses belajar

07 Mar 2026 - 14:00
Miris! SD Filial di Bondowoso Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Sebut Sudah Usulkan Pembangunan
Kondisi atap plafon SD Filial yang nyaris ambruk dan ditopang dengan bambu (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Salah satu gedung Sekolah Dasar (SD) Filial dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Klabang Kecamatan Tegalampel yang berada di Dusun Sumber Biru kini kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris roboh.

Sebanyak 14 siswa yang belajar di sana, harus bertahan di antara tonggak-tonggak bambu yang menopang atap plafon ruang kelas yang mulai rapuh dan rawan ambruk.

Tak jarang dari mereka harus sesekali menatap plafon yang nyaris ambruk. Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, mengungkap jika kerusakan atap sudah diketahui dan untuk perbaikannya telah diusulkan. Hal itu dikatakan oleh Taufan Restuanto, Kepala Dinas Pendidikan, pada Sabtu (7/3/2026).

“Kami sudah mengusulkan revitalisasi sekolah, termasuk di antaranya adalah SDN Klabang 2,” ujar Taufan usai mengikuti rapat koordinasi bersama puluhan mitra SPPG di Wisma Wakil Bupati Bondowoso.

Saat ini, kata Taufan, pihaknya tengah mempelajari langkah terbaik yang akan diambil. Mulai dari perencanaan hingga sumber anggaran yang akan dialokasikan untuk revitalisasi SD Filial tersebut.

“Memang kita masih mempelajari apa langkah dan sumber pendanaannya pakai apa. Kita lihat nanti, karena itu SD Filial dari SDN Klabang 2. Intinya, yang kami usulkan ada 105 lembaga pendidikan,” ukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. 

Bahkan, pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.

“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).

Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.

“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.

Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.

Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.

Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.

Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow