Manfaatkan MBKM, Mahasiswa Kewirausahaan UKWMS Mampu Membuat Prototipe Produk Skincare

Pada kesempatan ini (26/10/2023), UKWMS mengenalkan 2 produk skincare prototipe buatan mahasiswa Fakultas Kewirausahaan.

26 Oct 2023 - 16:00
Manfaatkan MBKM, Mahasiswa Kewirausahaan UKWMS Mampu Membuat Prototipe Produk Skincare
Mahasiswa penggagas produk Scarine yang menunjukkan produk prototipe mereka yang sudah dikemas setelah melakukan peragaan proses pembuatan (Ryan/SJP)

Surabaya, SJP - Dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dunia pendidikan di Indonesia dikenalkan oleh inovasi yang memungkinkan mata kuliah untuk saling berkolaborasi.

Memanfaatkan inovasi tersebut, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memadukan mahasiswa Fakultas Kewirausahaan dengan Dosen Fakultas Farmasi dalam satu projek untuk menciptakan produk skincare.

Pada kesempatan ini (26/10/2023), UKWMS mengenalkan 2 produk skincare prototipe buatan mahasiswa Fakultas Kewirausahaan.

Yakni produk 'Bye Panda' yang digagas oleh Jehezkiel Immanuel, Kevin Marcellino dan Richard Lionel Jeremia Drajad lalu ada juga produk 'Scarine' yang digagas oleh Yoane Deanita, Marcella Rebecca, Caroline Tanazal dan Frenaldy Utomo.

Penggagas projek 'Bye Panda' menjelaskan bahwa produk yang mereka buat adalah hasil pemanfaatan buah jambu biji merah yang memiliki kandungan senyawa Flavonoid, yaitu senyawa yang cocok untuk memudarkan area gelap penyebab mata panda.

"Buah jambu biji merah sendiri jarang digunakan untuk produk skincare, padahal potensinya besar sebagai solusi masalah mata panda. Maka, hal tersebut juga merupakan salah satu poin plus untuk produk skincare (Bye Panda) milik kami," jelas Imanuel.

Mengenai cara penggunaan produk yang efektif dan untuk hasil yang maksimal disarankan menggunakan produk ini di malam hari.

"Bye Panda juga diproses agar tidak beraroma untuk aman digunakan di area mata. Jangan lupa hindari menaruh produk di tempat yang terkena matahari langsung agar produk bisa awet," tambah Richard.

Penggagas 'Bye Panda' berharap produk prototipe yang sudah mereka kembangkan selama 6 bulan ini bisa masuk ke tahap berikutnya untuk bisa diproduksi masal.

Sebagai mahasiswa Kewirausahaan, mereka ingin bisa lulus sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain melalui usaha-usaha yang dikembangkan sejak masa perkuliahan.

Sedangkan projek kedua yakni 'Scarine' adalah produk skincare ini lebih ditujukan untuk menyamarkan bekas luka (luka tertutup).

Kelompok penggagas 'Scarine' mengungkapkan bahwa produk mereka merupakan olahan limbah marine collagen yang bisa membantu proses pengembalian warna dan regenerasi kulit.

"Marine collagen sendiri didapatkan dari kulit sisik ikan yang merupakan limbah makanan. Jadi dari limbah tersebut kami ambil dan olah sedemikan rupa untuk dibentuk menjadi produk skincare Scarine," jelas Yoane.

Harapan dari penggagas 'Scarine' tidak jauh berbeda dengan kelompok 'Bye Panda', yakni produk prototipe mereka ingin terus dikembangkan hingga bisa mendapat ijin edar. 

Dijelaskan juga bahwa percobaan awal Scarine sendiri menunjukkan hasil yang positif, efek dan manfaat penggunaan produk bisa terlihat dalam waktu 2-3 bulan dengan penggunaan 2-3 kali sehari sehabis mandi.

2 kelompok projek yang terdiri dari mahasiswa semester 7 fakultas wirausaha UKWMS itu juga sempat memperagakan bagiamana proses pembuatan produk skincare yang mereka ciptakan secara step-by-step.

Peragaan tersebut membuktikan bahwa inovasi kolaborasi matkul MBKM membuat mahasiswa mendapat jangkauan ilmu yang lebih luas, terbukti mahasiswa wirausaha sekarang bisa mengolah produk skincare yang sebenarnya masuk dalam bidang farmasi.

Projek wirausaha tersebut dibimbing oleh 3 dosen dari bidang yang berbeda-beda untuk menjadi mentor mereka, yakni dari Fakultas Farmasi untuk bimbingan pembuatan skincare, Fakultas Kewirausahaan dan Dosen di bagian Bisnis Konsultan untuk bimbingan strategi pemasaran.

Farida Lanawati Darsono, M.Sc selaku mentor dari fakultas farmasi merasa bangga terhadap produk ciptaan mahasiswa fakultas Kewirausahaan ini karena memiliki prospek yang baik di pasar.

Farida berharap projek ini tidak berhenti di tengah jalan dan diteruskan untuk produksi masal industri kosmetik maklon.

"Peran dosen hanya sebagai pengarah saja, kolaborasi seperti ini juga membuat mahasiwa mendapat 2 poin, khusus untuk mereka (Tim Bye Panda dan Scarine) berarti mendapat poin di bidang wirausaha dan juga di bidang farmasi." ungkap Farida kepada SuaraJatimPost.com.

Sementara Aldo Hardi Sancoko, SE, MM, CBA selaku Wakil Dekan Fakultas Kewirausahaan sekaligus mentor para mahasiswa, merasa projek kewirausahaan ini tidak hanya untuk mengejar profit sebagai bentuk usaha, namun juga memberikan solusi atas masalah di tengah masyarakat.

Menurutnya, sistem MBKM merupakan nafas segar bagi dunia pendidikan, dengan adanya kebijakan dan inovasi yang memungkinkan kampus berkolaborasi.

"Maka UKWMS bisa mengkolaborasikan banyak fakultas dan program studi yang ada di lingkungan kampus untuk saling membatu dalam merealisasikan pemberian jangkauan ilmu yang luas bagi para mahasiswa." tutup Aldo. (*)

Editor: Ronny Wicak

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow