Gegara Jepit Susu di Paha, Dua Wanita Digulung Polisi

Dalam dunia kriminalitas ritel, penggunaan pakaian longgar seperti rok lebar sering kali menjadi instrumen utama. Ruang di antara paha digunakan sebagai titik tumpu untuk menahan beban barang tanpa mengubah cara berjalan.

24 Jan 2026 - 08:00
Gegara Jepit Susu di Paha, Dua Wanita Digulung Polisi
Ilustrasi dua wanita mencuri susu di minimarket dengan cara dijepit di paha. (Ai/SJP)

PONOROGO, SJP — Pagi yang tenang di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, seketika berubah menjadi ketegangan saat sebuah drama pencurian terungkap di sebuah minimarket lokal pada Jumat (23/1/2026). 

Bukan pencuri amatir, dua wanita tertangkap basah menjalankan modus operandi yang tergolong unik, yakni menyembunyikan barang jarahan di antara paha.

Kejadian bermula dari kecurigaan Dian Setyo Budi, pemilik toko, yang melihat sebuah mobil menurunkan kedua pelaku sebelum kemudian menjauh dari area parkir. Gelagat drop-off yang tidak lazim ini memicu naluri waspada Dian.

Kecurigaan tersebut semakin menguat saat kedua wanita itu langsung menyisir etalase susu formula (sufor). 

Meski berada di rak barang mahal dalam waktu lama, keranjang belanja yang mereka bawa tetap kosong melompong.

Dalam dunia kriminalitas ritel, penggunaan pakaian longgar seperti rok lebar sering kali menjadi instrumen utama. Ruang di antara paha digunakan sebagai titik tumpu untuk menahan beban barang tanpa mengubah cara berjalan. 

Hal ini dilakukan guna mengecoh petugas keamanan maupun pantauan kamera pengawas (CCTV).

Dian, yang melakukan pengintaian secara mandiri, menyadari stok susu formula berkurang dalam sekejap. Saat kedua pelaku mencoba melakukan alibi dengan hanya membayar barang kecil di kasir, Dian segera melakukan penghadangan.

"Modusnya itu mereka memasukkan susu dan menjepitnya di antara kedua kaki," ungkap Dian.

Setelah digiring ke ruang pemeriksaan, petugas menemukan empat kotak susu formula senilai kurang lebih Rp700.000 yang disisipkan di balik pakaian dalam mereka. 

Melihat rekannya tertangkap, mobil yang sejak awal memantau dari kejauhan langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

Berdasarkan identitas yang dikantongi, salah satu pelaku berinisial A berasal dari Pasuruan, sementara rekannya mengaku warga Semarang namun tidak memiliki kartu identitas.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Polisi kini tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian spesialis minimarket antarkota, mengingat adanya keterlibatan komplotan bermobil yang berperan sebagai penyedia transportasi bagi para eksekutor lapangan. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow