Fenomena Embun Beku di Bromo Sebabkan Petani Gagal Panen

Ungkapan tersebut disampaikan oleh salah satu warga Agus Wardhana dimana banyak pertanian di musim dingin banyak para petani mengalami kegagalan.

24 Jul 2025 - 18:46
Fenomena Embun Beku di Bromo Sebabkan Petani Gagal Panen
Petani kentang di lereng Gunung Bromo saat mengecek kebunnya. (Foto: iSbi/SJP)

PASURUAN, SJP—Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sepanjang Juli 2025, kembali menjadi fenomena beku. Embun yang berubah menjadi kristal es akibat suhu ekstrem ini menjadi tontonan langka yang menarik minat wisatawan, terutama pencinta alam dan fotografi.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani, embun beku atau yang juga dikenal sebagai embun upas itu muncul saat suhu udara di kawasan Bromo mencapai titik ekstrem, bahkan bisa turun hingga 0 derajat Celcius pada dini hari.

“Fenomena ini terjadi di beberapa titik seperti Laut Pasir, sekitar Savana Pengor, Lembah Savana Watangan, juga di sekitar Ranu Pane, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, hingga Oro-oro Ombo,” ungkap Septi, Kamis (24/7/2025).

Embun beku biasanya terjadi di puncak musim kemarau, terutama di bulan Juli dan Agustus, ketika udara sangat kering dan dingin akibat pengaruh angin muson timur.

Embun yang terbentuk di pagi buta akan membeku, membentuk lapisan putih menyerupai es yang menyelimuti dedaunan, rerumputan, dan permukaan tanah.

Fenomena ini tidak hanya menambah daya tarik visual kawasan Bromo, melainkan berdampak di dunia pertanian yang ada di Kecamatan Tosari.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh salah satu warga Agus Wardhana, bahwa banyak pertanian di musim dingin banyak para petani mengalami kegagalan.

"Beku itu setiap tahun ada di bulan Juli sampai September. Kalau ke pertanian ada beberapa titik yang berdampak bahkan gagal panen tetapi hanya beberapa titik saja yang ada di Kecamatan Tosari," ungkapnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow