Erupsi Gunung Semeru Picu Kolom Abu Capai 1 Km

Erupsi Gunung Semeru 5 April 2026 menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter. Warga diminta waspada potensi hujan abu, awan panas, dan lahar.

05 Apr 2026 - 08:06
Erupsi Gunung Semeru Picu Kolom Abu Capai 1 Km
Erupsi Gunung Semeru yang terekam dari CCTV Pos Pantau Gunung Semeru. (Foto: CCTV PVMB)

LUMAJANG, SJP - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru pada Minggu, 5 April 2026 pukul 02.02 WIB. Data yang dilansir dari PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru menyebutkan, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal itu condong ke arah barat, menandakan sebaran material vulkanik berpotensi mengarah ke wilayah di jalur angin.

Ketinggian kolom abu ini menjadi indikator kuatnya tekanan erupsi yang terjadi. Selain memicu potensi hujan abu di sejumlah wilayah, kondisi ini juga dapat mengganggu jarak pandang serta kesehatan pernapasan masyarakat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berdurasi sekitar 3 menit 29 detik.

Tidak hanya itu, aktivitas erupsi juga disertai awan panas dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer dari puncak. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih cukup tinggi dan berpotensi terjadi erupsi susulan.

Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. BAdan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Di luar itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung karena rawan terhadap lontaran batu pijar. Warga yang berada di sekitar aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan.

Dengan kondisi ini, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang namun waspada, menggunakan masker saat terjadi hujan abu, serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow