Erupsi Gunung Raung Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata ke Bondowoso
Sampai saat ini, seluruh objek wisata di kawasan Ijen dan Teduh Glamping di Kecamatan Sumber Wringin masih tetap buka. Untuk jalur pendakian tetap ditutup total.
BONDOWOSO, SJP – Gunung Raung yang berada di tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, kembali dilaporkan mengalami erupsi, pada Sabtu (14/6/2025) sekira pukul 05.16 WIB.
Kali ini, KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Raung
Merilis jika tinggi kolom abu teramati sekira 750 meter di atas puncak, 4.082 MDPL (meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arahselatan dan barat daya. Sedangkan, rekaman seismik di dominasi oleh tremor menerus dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.
“Saat ini Gunung Raung berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 Km dan menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah,” begitu bunyi rilis yang diterima suarajatimpost.com.
Tidak Pengaruhi Kunjungan Wisata
Meskipun kondisi Gunung Raung terus terjadi erupsi sejak tanggal 5 Juni 2025 lalu, namun, hingga saat ini erupsi tersebut belum berdampak kepada tingkat kunjungan wisata di Kabupaten Bondowoso.
Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setempat menyatakan jika hingga Sabtu 16 Juni 2025, sejumlah objek wisata yang berada di kawasan Kaldera Ijen Kecamatan Ijen, masih normal dan buka seperti biasanya.
“Untuk kunjungan di kawasan Ijen tetap seperti biasanya, tidak begitu berpengaruh. Hanya saja, untuk jalur pendakian ke Gunung Raung yang ditutup total. Bahkan, kunjungan di Teduh Glamping juga tetap buka,” ungkap Yuni Dwi Sri Handayani, Sabtu (14/6/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh Camat Sumber Wringin, wilayah yang paling dekat dengan Gunung Raung. Probo Nugroho menyebut kunjungan wisatawan ke Teduh Glamping sampai saat ini, masih aman dan tetap ramai.
Hanya saja, katanya, untuk jalur pendakian ke puncak sejati melalui Sumber Wringin, ditutup sejak tanggal 6 Juni 2025 lalu, atau sehari pasca erupsi pertama Gunung Raung.
“Kalau di Teduh Glamping masih buka dan ramai. Sementara yang tutup jalur pendakiannya,” tukasnya.
Radius Aman masih 3 Km dari Puncak
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso. Kepala BPBD, Sigit Purnomo menjelaskan, untuk radius aman sekira 3 Km dari puncak gunung.
“Untuk di luar radius 3 Km, saat ini kondisinya masih aman. Gempa tremor terjadi sudah seminggu, namun, intensitasnya kecil dan tida ada kenaikan yang begitu signifikan,” katanya.
Antisipasi Abu Vulkanik
Kolom abu kian tinggi dan berpotensi mengganggu pernapasan masyarakat yang ada di sekitar Gunung Raung, utamanya Kecamatan Sumber Wringin. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan masker gratis kepada warga.
Selain menyerahkan masker, Tim BPBD bahkan telah memberikan kacamata safety, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, vitamin, hingga Velbed. Bahkan, saat ini sejumlah anggota BPBD juga stand by di Kecamatan Sumber Wringin.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, pembagian sejumlah masker dan logistik lainnya bagian dari kesiapsiagaan.
“Meski abu vulkanik belum berimbas bagi masyarakat di desa-desa yang ada di Kecamatan Sumber Wringin, kami tetap waspada dan siap siaga,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

