Enviro Fair 2025: Pemkab Malang Apresiasi 70 Penggerak Lingkungan

17 Nov 2025 - 20:47
Enviro Fair 2025: Pemkab Malang Apresiasi 70 Penggerak Lingkungan
Para penerima apresiasi Enviro Fair 2025 berfoto bersama jajaran Pemkab Malang usai prosesi penganugerahan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto : Hafid for SJP)

MALANG, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan komitmen serius dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui ajang Enviro Fair 2025 yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Agenda tersebut menjadi panggung apresiasi bagi 70 penggerak lingkungan yang selama ini mendukung upaya pelestarian melalui program-program lintas sektor.

Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Malang Drs. HM Sanusi. Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

“Program penanganan kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama dan untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya, kepada awak media (17/11/2025).

Para penerima apresiasi berasal dari berbagai kategori yang berperan aktif dalam penguatan ekosistem lingkungan.

Di antaranya, meliputi jajaran perusahaan PROPER seperti RS Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas, PT PG Rajawali I (PG Krebet Baru I dan II), PT Kebon Agung, PT Molindo Raya Industri, PT Bentoel Prima, PT Otsuka Indonesia, PT Beiersdorf Indonesia, PT Pindad Divisi Munisi, PT Greenfields Indonesia, PT Bumi Menara Internusa, PT New Minatex, PT Wonokoyo Jaya Corporindo, PT Ekamas Fortuna, serta PT Smoore Technology Indonesia.

Di bidang CSR, apresiasi diberikan kepada PT Bagong Dekaka Makmur, PT Bank Jatim, CV Sayap Mas Nusantara, PT Gudang Baru Berkah, PT Merapi Agung Lestari, PT Intelegensia Grahatama, dan BUPP KEK Singhasari.

Penghargaan juga dianugerahkan kepada Desa Slamet Kecamatan Tumpang dan Desa Kebobang Kecamatan Wonosari sebagai Desa Berseri.

Tak hanya itu, SMP Negeri 1 Pakis dan MTsN 2 Malang Turen sebagai Sekolah Adiwiyata, kemudian Bapak Sutari sebagai Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup, Pondok Pesantren An Nashr Wajak sebagai Ekopesantren; serta Desa Mulyoagung Kecamatan Dau sebagai Kampung Proklim.

Sanusi menegaskan bahwa keberagaman kontribusi para penggerak lingkungan mulai penyediaan truk sampah, kontainer sampah, program penanaman dan pemeliharaan pohon dalam membantu DLH secara signifikan.

“Ada yang bantu arm roll (Dump truk), ada penanaman pohon, bibit pohon, ada yang bantu biogas. Banyak macam bantuannya, jumlahnya lebih dari 70,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menambahkan, Enviro Fair bukan sekadar ajang seremoni, tetapi dorongan agar lebih banyak pelaku usaha maupun kelompok masyarakat ikut terlibat dalam upaya pelestarian.

“Ini adalah penghargaan untuk pihak yang sudah mendukung program DLH. Harapannya perusahaan yang belum terlibat dapat ikut serta ke depannya,” ujarnya.

Melalui Enviro Fair 2025, Pemkab Malang berharap kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian dapat terus berkembang, sehingga Kabupaten Malang semakin bersih, nyaman, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow