Bukan Disandera, Kapolsek Ijen Bondowoso Hanya Dijemput Warga untuk Berdialog

Kondisi terkini mulai kondusif dan saat ini Kapolsek Ijen Iptu Suherdi dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, informasi terkini warga Kaligedang sedang berdialog.

17 Nov 2025 - 20:16
Bukan Disandera, Kapolsek Ijen Bondowoso Hanya Dijemput Warga untuk Berdialog
Kondisi terkini di Desa Kaligedang, tampak anggota polisi sedang berdialog bersama warga (Foto : istimewa/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Polres Bondowoso menerjunkan sejumlah personilnya, pasca terjadinya kericuhan di Mapolsek Ijen Kecamatan Ijen, pada Senin (17/11/2025) pagi.

Bahkan, Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono tampak turun langsung ke lokasi, bersama Dandim 0822 Letkol Arh Achmad Yani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i dan Ketua DPRD, Ahmad Dhafir.

Kondisi terkini mulai kondusif dan saat ini Kapolsek Ijen Iptu Suherdi dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, informasi terkini warga Kaligedang sedang berdialog secara kekeluargaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto meluruskan, jika sebenarnya Kapolsek Ijen tidak disandera oleh warga.

“Kapolsek Sempol (Ijen) bukan disandera, tapi dijemput warga Desa Kaligedang di Mapolsek untuk diajak berdialog dengan warga di Desa Kaligedang. Kondisi Kapolsek dalam keadaan baik-baik saja,” tegasnya, Senin (17/11/2025) malam.

Untuk menjaga kondusifitas di lokasi, lanjut Bobby, selain puluhan personil polisi, beberapa pihak juga datang, termasuk Ketua DPRD dan Wakil Bupati Bondowoso.

“Untuk saat ini Kapolres, Dandim 0822, Wakil Bupati Bondowoso dan Ketua DPRD sedang melaksanakan dialog dengan warga Desa Kaligedang,” ungkapnya melalui pesan WhatsAppnya kepada suarajatimpost.com.

Karena kondisi di Desa Kaligedang sudan membaik dan aman, kata Bobby, pasukan ditarik kembali ke Polsek Ijen.

"Situasi saat ini sudah kondusif dan aman, Kapolsek sudah kembali bersama Kapolres dan pasukan ditarik kembali ke Polsek Ijen," tandasnya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menggambarkan sebuah kericuhan di Mapolsek Ijen. 

Dalam potongan video yang viral di media sosial, warga sempat ricuh dan menurunkan bendera di halaman Mapolsek dan menarik Kapolsek keluar dari dalam ruangan.

Mirisnya, ada seorang warga yang mengangkat senjata tajam jenis celurit mendatangi kericuhan di halaman Mapolsek, yang seolah-olah terlihat mengancam Kapolsek. 

Informasi yang berhasil dihimpun suarajatimpost.com, kedatangan warga hingga membuat kericuhan diduga karena salah seorang warga Desa Kaligedang yang termasuk dalam daftar 13 terduga pelaku perusakan ditangkap oleh polisi.

Bahkan, warga sempat membawa Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi keluar dari Mapolsek. Kuat dugaan, warga menginginkan salah seorang warga dilepaskan. 

Kuat dugaan, kejadian ini merupakan tindak lanjut dari perusakan yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) lalu. Di mana ribuan batang kopi yang baru berusia setahun rebah di tanah, seperti gugur sebelum sempat berbuah.

Kebun kopi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen kembali menjadi sasaran perusakan. 

Sekitar 18.000 batang kopi ditebang oleh orang tak dikenal di atas lahan seluas 9 hektare.

Selain itu, imbas dari penegakan hukum ini juga mengingatkan semua pihak pada tragedi penyanderaan 3 anggota TNI dari Batalyon Infanteri 514 pada 15 Mei 2025 silam. 

Kala itu, aksi dipicu oleh rencana warga yang dilarang membangun Poskamling di area tanaman Toga milik PTPN XII. Bahkan, warga sampai terlibat adu mulut dengan anggota TNI yang melarang.

Akhirnya, warga ramai-ramai menggeruduk anggota TNI dan 3 orang sempat disandera oleh warga. Bahkan salah seorang dari mereka ada yang terluka.

Ketiga anggota TNI tersebut kemudian diserahkan kembali oleh warga, usai musyawarah dan diskusi bersama antara warga, pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow