Efisiensi Anggaran, Dinas BSBK Bondowoso Tambal Sulam Jalan dan Usul Bangun 3 Jembatan ke Kementerian

Dinas BSBK sudah lakukan tambal sulam jalan di wilayah perkotaan, normalisasi saluran drainase dan mengusulkan pembangunan jembatan yang kondisinya saat ini memprihatinkan.

27 Apr 2025 - 13:32
Efisiensi Anggaran, Dinas BSBK Bondowoso Tambal Sulam Jalan dan Usul Bangun 3 Jembatan ke Kementerian
Plt Kepala Dinas BSBK, Ansori, saat dikonfirmasi perihal kegiatan tambal sulam dan usulan pembangunan jembatan di Kabupaten Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Efisiensi anggaran dampak dari Inpres Nomor 1 tahun 2025, dianggap menjadi paradigma baru sebagai sebuah pemangkasan anggaran. Padahal, makna dari efisiensi adalah menggunakan anggaran sesuai dengan kebutuhan.

Hampir semua kabupaten/kota se Indonesia, terdampak efisiensi anggaran. Begitu juga di Kabupaten Bondowoso. Namun, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terjebak dalam efisiensi anggaran.

Oleh sebab itu, seluruh OPD di Kabupaten Bodowoso diminta untuk tetap memberikan pelayanan, menjalankan pembangunan dan terus berinovasi, meskipun di tengah efisiensi anggaran.

Melaksanakan pesan penting Bupati Bondowoso di tengah efisiensi anggaran, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK), tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan jalan rusak, dengan metode tambal sulam. 

Bahkan, Plt Kepala Dinas BSBK, Ansori, mengajak semua Unit Pelayanan Teknis (UPT) untuk tetap guyub rukun, tetap semangat dan tidak terpengaruh oleh efisiensi anggaran. 

“Meskipun di tengah efisiensi anggaran, kita (Dinas BSBK) yang memiliki 10 UPT yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari 5 UPT Kebinamargaan dan 5 UPT Sumber Daya Air, akan mendukung percepatan pembangunan yang tertuang dalan quick win pemerintahan saat ini,” ucapnya, Ahad (27/4/2025).

Upaya itu sudah dilakukan oleh Dinas BSBK, sejak bulan Ramadan, melalui penambalan jalan rusak. Penanganan pada ruas-ruas jalan yang kondisinya baik maupun sedang, mulai dilakukan pemeliharaan rutin, sejak awal tahun 2025. 

Dalan program prioritas tahun ini, untuk lokasi pemeliharaan, diutamakan pada ruas jalan kabupaten di wilayah perkotaan. Pemeliharaan rutin jalan berupa kegiatan tambal sulam dilakukan di beberapa ruas jalan yang memiliki beban lalu lintas atau LHR (Lalu-lintas Harian Rata-rata) yang tinggi.

“Kami melakukan tambal sulam di ruas Jalan Kopral Murin, Jalan Curahdami – Pasaramok, Jalan Taman – Grujugan, Jalan Grujugan Lor – Jambesari dan ruas Jalan Koncer – Sumber Salam,” jelas Ansori.

Selain itu, Dinas BSBK juga tengah melakukan normalisasi saluran drainase yang ada di wilayah perkotaan. Utamanya saluran drainase yang tersumbat dan menimbulkan genangan air ke badan jalan saat musim penghujan.

“Kami saat ini tengah melakukan survey di 26 lokasi, untuk melakukan normalisasi saluran drainase yang dapat menyebabkan kerusakan jalan akibat luapan air,” ujarnya saat dikonfirmasi suarajatimpost.com. 

Ansori mengakui, jika perbaikan sementara dengan tambal sulam tidak akan sekuat perbaikan permanen seperti pengecoran. Apalagi saat curah hujan yang masih tinggi serta tonase kendaraan yang melebihi batas, melintas di jalan yang bukan peruntukannya, sehingga memperparah kondisi jalan.

"Kami mohon kerja sama masyarakat untuk ikut mengawasi kendaraan bertonase berat yang nekat melintas di jalur ini. Kami juga berharap Dishub dan Satlantas dapat bersinergi dalam menindak tegas kendaraan kelebihan muatan yang melintasi jalan di perkotaan Bondowoso,” harapnya. 

Usulkan Pembangunan 3 Jembatan

Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, tahun ini tengah mengusulkan pembangunan tiga jembatan kepada pemerintah provinsi dan pusat. Usulan tersebut dilakukan, karena pembangunan 3 jembatan membutuhkan anggaran besar.

“Usulan itu kami lakukan, karena memerlukan anggaran besar, yang belum dapat dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bondowoso,” ujar Ansori, Plt Kepala Dinas BSBK.

Selain masalah anggaran, pembanguan jembatan yang diusulkan, dikarenakan jembatan tersebut kondisinya perlu untuk dibangun, Salah satunya kondisi sendi atau komponen jembatan sudah rusak, akibat pemakaian dan dilintasi kendaraan berat.

“Yang kami usulkan jembatan Koncer, jembatan Tegalampel dan jembatan di jalur lingkar yang ada di perbatasan Desa Kejawan dan Desa Pancoran. Anggarannya besar sekali, berkisar Rp 20 miliar lebih,” ungkapnya.

Kondisi jembatan yang diusulkan tersebut, ternyata ada yang tingkat kerusakannya hampir sama dengan kondisi jalan. Sehingga, Dinas BSBK berinisiatif untuk mengusulkan pembangunannya .

“Sebenarnya, jembatan kita hampir sama dengan jalan. Jadi tingkat kerusakannya sudah perlu perbaikan dan pembangunan. Setidaknya, kami tidak berdiam diri dan  ada langkah-langkah untuk mengusulkan. Semoga nanti usulan kami diterima,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow