Efektifitas Arema Hukum Persija di GBK, Menang 0-2 Meski Diterpa Badai Cedera

Arema FC menaklukkan Persija Jakarta 0-2 di GBK pada pekan ke-20 BRI Super League. Efektivitas Singo Edan dan kegagalan Persija jadi sorotan.

08 Feb 2026 - 21:50
Efektifitas Arema Hukum Persija di GBK, Menang 0-2 Meski Diterpa Badai Cedera
Duel antara penyerang Arema FC, Joel Vinicius, dan bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, pada pertandingan pekan ke-20 kompetisi liga Indonesia BRI Super League, Minggu 8 Februari 2026. (Foto: Beritasatu.com/Tim Media Arema FC)
JAKARTA, SJP - Kemenangan Arema FC atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) bukan sekadar soal skor 0-2, melainkan potret kontras antara efektivitas tim tamu dan kegagalan tuan rumah memanfaatkan dominasi permainan pada lanjutan pekan ke-20 BRI Super League, Minggu (8/2/2026).
Sejak awal laga, Persija Jakarta tampil lebih dominan dengan menguasai penguasaan bola dan berani membangun serangan dari lini belakang. Kombinasi Alaaed Maxwell dan Gustavo Almeida menjadi tumpuan utama Macan Kemayoran untuk membongkar pertahanan Arema.
Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas. Sejumlah peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol, baik karena rapatnya pertahanan Arema maupun ketenangan kiper Adi Satryo yang tampil solid di bawah mistar.
Arema FC justru tampil disiplin dan sabar. Meski beberapa kali ditekan, Singo Edan mampu menjaga organisasi permainan, terutama di lini belakang. Situasi menjadi semakin menantang bagi Arema setelah kehilangan dua bek tengah andalannya, Hansamu Yama dan Walisson Lima, yang harus ditarik keluar akibat cedera.
Kehilangan dua pilar pertahanan tidak membuat Arema kehilangan keseimbangan. Adi Satryo menjadi figur krusial dengan melakukan dua penyelamatan penting secara beruntun, menggagalkan peluang Gustavo Almeida dan Dony Tri Pamungkas yang sempat mengancam gawang tim tamu.
Persija sempat mengira menemukan momentum pada menit ke-79 ketika Gustavo Almeida mencetak gol memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Maxwell. Namun, euforia tersebut sirna setelah wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut usai meninjau tayangan video assistant referee (VAR) dan menyatakan Maxwell berada dalam posisi offside.
Keputusan VAR itu menjadi titik balik laga. Alih-alih bangkit, Persija justru kehilangan fokus. Arema yang selama ini menunggu celah akhirnya menghukum kelengahan tuan rumah melalui serangan balik cepat.
Pada menit ke-82, Gabriel Silva atau Gabi melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung Carlos Eduardo. Gol tersebut membuka keunggulan Arema di tengah tekanan publik GBK.
Gabi kembali menunjukkan ketajamannya di pengujung babak kedua. Setelah melewati adangan Eduardo, ia menceploskan bola untuk kedua kalinya. Gol ini sempat ditinjau VAR, namun akhirnya disahkan dan memastikan kemenangan Arema FC dengan skor 2-0.
Persija masih berupaya mengejar ketertinggalan melalui Gustavo Almeida dan Arlyansyah Abdulmanan, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, dominasi tanpa efektivitas membuat tuan rumah harus menerima kekalahan di kandang sendiri.
Kemenangan ini menegaskan karakter Arema FC sebagai tim yang mampu bertahan dalam tekanan dan memaksimalkan peluang, sementara Persija mendapat pekerjaan rumah besar dalam menyelesaikan peluang di laga-laga krusial. (**)
Sumber: beritasatu.com
Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow