Edufair ke-3 di Bondowoso, Jadi Ajang Promosi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

EduFair III Kabupaten Bondowoso digelar di GOR Pelita dengan menghadirkan 18 perguruan tinggi. Kegiatan ini memberikan informasi lanjutan pendidikan bagi pelajar SMA, SMK, dan MA untuk menentukan pilihan studi sesuai minat dan peluang kerja.

12 Jan 2026 - 17:54
Edufair ke-3 di Bondowoso, Jadi Ajang Promosi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto saat meninjau seluruh stand promosi perguruan tinggi negeri dan swasta dalam Edufair ke-3 tahun 2026 di GOR Pelita (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pameran perguruan tinggi negeri dan swasta bertajuk 'Edufair #3 Tahun 2026' di Kabupaten Bondowoso kembali digelar sebagai upaya membuka wawasan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Pelita Bondowoso, Senin (12/1/2026).

Edufair yang diinisiasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA/SMK se Kabupaten Bondowoso ini menghadirkan 18 perguruan tinggi, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta.

Kegiatan tersebut menyasar pelajar kelas akhir SMA, SMK, dan MA yang tengah mempersiapkan kelanjutan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ketua Panitia Edufair, Prasetyo Mardihusodo, mengatakan, pameran perguruan tinggi tersebut bertujuan memberikan motivasi sekaligus alternatif pilihan perguruan tinggi bagi lulusan SMA yang masih ragu melanjutkan pendidikan.

“Melalui Edufair ini, pelajar mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap terkait kampus, program studi, hingga peluang kerja ke depan,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, Edufair merupakan agenda tahunan yang akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi. Ia mengakui masih banyak lulusan SMA di Bondowoso yang menghadapi kendala ekonomi maupun jarak saat ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia menambahkan, jurusan kesehatan dan pendidikan vokasi menjadi yang paling diminati karena dinilai memiliki peluang kerja lebih cepat.

"Melalui Edufair, siswa dapat mengenal pilihan kampus di wilayah Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, sesuai minat dan potensi masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, Edufair merupakan kegiatan strategis dalam mendampingi generasi muda agar tidak salah langkah dalam menentukan arah pendidikan dan masa depan.

Menurutnya, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan semata mengejar gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas diri, daya saing, serta kontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Manfaatkan Edufair ini sebaik-baiknya. Cari informasi sebanyak mungkin, sesuaikan pilihan dengan minat, bakat, dan potensi diri,” pesan Bupati kepada para pelajar.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap kegiatan edukatif yang membuka akses informasi pendidikan bagi generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan, upaya menjaga keberlanjutan pendidikan dilakukan melalui kolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Ia menyebutkan, angka putus sekolah di Bondowoso saat ini tergolong sangat rendah, berada di kisaran nol koma sekian persen. Hampir tidak ditemukan anak-anak yang tidak bersekolah.

“Kami terus mendorong peserta didik melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow