Ecoton Luncurkan Laboratorium Sungai Galakkan Pelestarian Air

Laboratorium sungai ini dibentuk dari terwujudnya Citizen Science Tourism, ekowisata berbasis penelitian partisipatif masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

30 Nov 2023 - 11:00
Ecoton Luncurkan Laboratorium Sungai Galakkan Pelestarian Air
Siswa belajar pengenalan lingkungan di sekitar Laboratorium Sungai Gohor, Wonosalam, Jombang. (Fredi)

JOMBANG, SJP - Upaya pelestarian sungai kini sedang digalakkan oleh lembaga peduli lingkungan di Jombang. 

Gandeng komunitas lokal Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton Foundation) bersama Indonesia Power Grati Pasuruan membuat laboratorium sungai di sungai Gogor Wonosalam Jombang, Rabu (29/11/2023) kemarin. 

Laboratorium sungai ini dibentuk dari terwujudnya Citizen Science Tourism, ekowisata berbasis penelitian partisipatif masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta dari pegiat lingkungan komunitas Kelingan (Kelompok Peduli Lingkungan), pelajar dari SMPN 1 Wonosalam Jombang dan warga setempat. 

Menurut Amiruddin Muttaqin, Koordinator Citizen Science Ecoton, laboratorium sungai di Jombang berfungsi untuk pantauan kesehatan sungai, pengamatan keanekaragaman hayati, dan pembelajaran berbasis alam.

Kegiatan ini memudahkan siswa gali fakta, latih keterampilan berpikir sekaligus mengembangkan ide. 

"Dapat memotivasi sekaligus mendukung aktivitas siswa maupun masyarakat dalam kegiatan belajar, melestarikan lingkungan dan mata air” Ujar Amiruddin Muttaqin dalam pesan singkat yang diterima jurnalis Suarajatimpost, Kamis (30/11/2023). 

Kegiatan peluncuran laboratorium sungai disertai dengan penanaman pohon duren lokal, saga, kepuh, namnaman, loa, dan jamu.

Pemasangan papan informasi edukatif terhadap pentingnya menanam pohon, keanekaragaman serangga, dan konservasi sungai. 

"Pelajar dan masyarakat diajak menanam pohon sebagai bentuk aksi nyata dalam melestarikan lingkungan dan mata air serta keanekaragaman hayati dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim," terang Amir, biasa disapa. 

Ecoton dorong terbentuknya partisipasi aktif masyarakat di Kecamatan Wonosalam dalam menjaga lingkungan, terkhusus ekosistem sungai dan hutan untuk mitigasi dampak akibat perubahan iklim.

"Laboratorium sungai adalah wujud dalam membentuk sinergitas warga, pelajar dan masyarakat," jelasnya. 

Warga setempat, Supono, dukung kegiatan tersebut mengingat semakin berkurangnya debit sungai Gogor sebagai mata air desa. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak baik pada sumber mata air yang kami manfaatkan sehari-hari” ujar Supono. 

Kepala Sekolah SMPN 1 Wonosalam, Heni Wahyuni bersepakat atas peluncuran laboratorium sungai  yang bermanfaat kembangkan keterampilan dan pengetahuan siswa-siswanya. 

“Semua mata pelajaran itu harus kontekstual, tidak hanya terkumpul di kelas saja. Tapi harus diaplikasikan di dunia nyata," ungkap Heni. 

Heni mengatakan untuk mencintai alam bagi anak - anak bukan hanya konsep semata, tapi harus terjun ke lapangan dan diaktualisasikan di dunia nyata.

"Salah satunya melalui Laboratorium Sungai," tandasnya. (*) 

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow