Dulu Jadi Bekal Petani ke Ladang, Kini Nasi Gegok Trenggalek Jadi Langganan Pejabat

Nasi Gegok merupakan kuliner tradisional khas Trenggalek dari Kecamatan Bendungan. Dibungkus daun pisang dengan isian sambal pedas dan lauk, makanan ini cocok sebagai menu berbuka puasa karena praktis, lezat, dan terjangkau.

26 Mar 2026 - 11:25
Dulu Jadi Bekal Petani ke Ladang, Kini Nasi Gegok Trenggalek Jadi Langganan Pejabat
Seporsi nasi tradisional lengkap dengan lauk pauk seperti ikan berbumbu, tempe goreng, sambal, dan kerupuk, disajikan di atas daun pisang yang memberikan aroma khas dan menambah cita rasa autentik kuliner Nusantara. (Akun TikTok: Showroom_1)

TRENGGELEK – Siapa sangka, sebungkus nasi kecil yang dahulu hanya menjadi teman setia para petani di lereng perbukitan Kecamatan Bendungan, kini telah bertransformasi menjadi ikon kuliner kebanggaan Kabupaten Trenggalek. Nasi Gegok, hidangan sederhana yang dibungkus daun pisang, kini tak lagi hanya tersaji di pematang sawah, melainkan telah merambah meja-meja pejabat hingga media sosial tokoh publik.

Sejarah Nasi Gegok berakar dari kearifan lokal masyarakat Bendungan. Dahulu, para petani harus berangkat ke ladang sejak pagi buta guna menghindari terik matahari yang menyengat. Kondisi ini menuntut para ibu untuk menyiapkan bekal yang praktis, mudah dibawa, namun tetap mampu memberikan energi yang cukup.

Nasi yang dimasak dengan santan hingga menghasilkan tekstur pulen, diisi sambal pedas dan lauk sederhana, kemudian dikukus. Proses pengukusan inilah yang membuat Nasi Gegok tahan lama dan memiliki aroma khas yang menggugah selera saat dibuka di tengah ladang.

Berbicara tentang Nasi Gegok tak lengkap tanpa menyebut nama Mbah Tuminah. Warga Kecamatan Bendungan ini dikenal sebagai pelopor yang pertama kali mempopulerkan Nasi Gegok ke masyarakat luas. Hingga saat ini, warung miliknya tetap menjadi destinasi "haji kuliner" bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa autentik yang tidak berubah sejak dahulu.

Eksistensi Nasi Gegok semakin meroket saat tokoh-tokoh penting mulai meliriknya. Salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang sempat membagikan momen menikmati kuliner pedas ini melalui akun Instagram pribadinya. Hal ini membuktikan bahwa kesederhanaan Nasi Gegok memiliki daya tarik universal.

Dengan variasi lauk mulai dari ikan teri, suwiran pindang, tuna, hingga ampela ayam, Nasi Gegok menawarkan sensasi pedas-gurih yang khas. Meski sudah menjadi "langganan pejabat", harganya tetap membumi. Cukup dengan Rp3.000 hingga Rp5.000, siapa pun bisa menikmati kuliner legendaris ini.

Ukurannya yang mungil—sering disebut menyerupai nasi kucing—membuat Nasi Gegok kini juga menjadi primadona kuliner Trenggalek. Porsinya yang pas menjadikannya pilihan favorit warga untuk takjil atau menu berbuka ringan sebelum beralih ke hidangan utama. (**)

Penulis: Febiana Dendo Ngara (Mahasiswa Magang Unitri)
Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow