Dukung Swasembada Gula, Pemkab Jombang dan TNI Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Lahan Kodim

Sebagai salah satu dari lima besar produsen gula terbesar di Jawa Timur, Jombang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pasokan gula nasional.

03 Jan 2026 - 13:17
Dukung Swasembada Gula, Pemkab Jombang dan TNI Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Lahan Kodim
Bupati Jombang Warsubi bersama Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo dan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan tanam perdana Bongkar Ratoon. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Pemerintah Kabupaten Jombang bersinergi dengan Kodim 0814 Jombang melakukan penanaman perdana program bongkar ratoon tebu di atas lahan seluas 3 hektare milik TNI, Sabtu (3/1/2026). 

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2028.

Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan bahwa program bongkar ratoon merupakan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas komoditas tebu yang mulai menurun akibat usia tanaman yang sudah tua.

"Hari ini kita melaksanakan tanam perdana bongkar ratoon di lahan Kodim Jombang. Ini adalah pengejawantahan program Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat pencapaian swasembada gula nasional," tegas Warsubi. 

Sebagai salah satu dari lima besar produsen gula terbesar di Jawa Timur, Jombang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pasokan gula nasional. 

Warsubi mengungkapkan bahwa target revitalisasi melalui bongkar ratoon di wilayahnya mencakup area yang sangat luas.

"Target bongkar ratoon di Jombang mencapai 2.554 hektare. Angka ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mendongkrak volume produksi gula secara signifikan," imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan markas komando ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan pusat TNI untuk mengoptimalkan aset negara demi kepentingan ketahanan pangan.

"Kami diperintahkan untuk memaksimalkan lahan-lahan milik TNI. Di Jombang, tersedia sekitar 3 hektare lahan yang dialokasikan untuk tanaman tebu sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional ini," ujar Dicky.

Dicky juga menggarisbawahi keunggulan program ini bagi para petani tebu lokal. Melalui skema yang ditetapkan pemerintah, beban biaya produksi dapat ditekan sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.

"Negara menanggung seluruh kebutuhan bibit dan pembiayaan. Hal ini sangat menguntungkan petani karena mampu meminimalisir modal awal sekaligus menjamin kualitas benih yang unggul," jelasnya.

Ke depan, TNI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif serta membantu perluasan lahan tanam di wilayah Jombang. 

Sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, dan kelompok tani diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Jombang sebagai lumbung gula nasional.

"Kami akan memberikan dukungan maksimal agar target yang ditetapkan Kementerian Pertanian, khususnya di wilayah Jombang, dapat terealisasi tepat waktu," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow