DPRD Kota Batu Desak Pemkot Sediakan Tempat Sampah Pilah di Fasilitas Umum
Menurut DPRD Kota Batu, upaya yang dilakukan Pemkot Batu masih belum maksimal. Masih bercampurnya sampah di TPA Tlekung menunjukkan belum optimalnya sistem pemilahan sampah
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal melalui program pilah-olah-musnah.
Hal ini dibuktikan oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto bersama jajaran pemerintah dan DPRD Kota Batu melakukan kunjungan kerja ke tempat pembuangan akhir (TPA) Tlekung.
Kunjungan itu untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut. Dalam kesempatan itu, Heli menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan sampah perkotaan.
Menurut Heli, program ini tidak hanya mendukung kebersihan kota, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pelestarian lingkungan hidup.
“Namun, tentu masih ada tantangan yang harus kita selesaikan bersama," ujarnya, Kamis (27/2/2023).
Pihaknya juga meninjau tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang bertujuan mengurangi volume sampah masuk ke TPA melalui proses pemilahan dan pengolahan.
Heli pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah. Dengan demikian, akan menekan jumlah produksi sampah.
Namun demikian, DPRD Kota Batu menilai upaya yang dilakukan Pemkot Batu masih belum maksimal. Sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikann.
Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menyoroti masih bercampurnya sampah di TPA Tlekung. Menurutnya, hal itu menunjukkan belum optimalnya sistem pemilahan sampah.
Ludi menegaskan, sosialisasi saja tidak cukup untuk mengatasi sampah di Kota Batu. Sosialisasi itu perlu diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Selama ini, kata Ludi, pengelolaan sampah di TPA Tlekung belum maksimal. Sampah yang masuk masih bercampur. Sehingga volume sampah sulit berkurang secara signifikan.
“Pemerintah harus gencar. Tidak hanya mengimbau masyarakat untuk memilah sampah. Tetapi juga menyediakan tempat sampah terpilah di fasilitas umum," tegasnya.
Menurut Ludi, jumlah sampah yang masuk ke TPA Tlekung setiap hari mencapai 130 sampai 140 ton. Bahkan meningkat hingga 158 ton saat hari libur.
Jika tidak ada sistem pemilahan yang tegas, permasalahan sampah akan terus memburuk dan dapat mencoreng citra Kota Batu sebagai kota wisata.
Karena itu, pemerintah harus menyediakan tempat sampah khusus organik dan anorganik di tempat-tempat strategis: seperti pasar, terminal, taman kota, dan objek wisata.
“Dengan fasilitas yang jelas, masyarakat dan wisatawan akan lebih disiplin dalam memilah sampah sejak awal," imbuhnya.
Pihaknya meminta Pemkot Batu segera menyediakan tempat sampah pilah di fasilitas umum untuk mendukung kebersihan kota dan mengurangi volume sampah di TPA Tlekung.
Dengan adanya tempat sampah pilah, diharapkan masyarakat lebih tertib dalam memilah sampah. Sehingga Kota Batu dapat semakin bersih dan nyaman bagi warga dan wisatawan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

