Dongkrak Akses Air Bersih, Perumdam Tirta Kencana Pangkas Tarif Pasang Baru

Sepanjang bulan Juni 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini resmi memberlakukan pemotongan tarif besar-besaran untuk instalasi jaringan baru, sebuah kebijakan strategis yang membidik sektor domestik sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi makro di Kota Santri.

05 Jun 2026 - 11:30
Dongkrak Akses Air Bersih, Perumdam Tirta Kencana Pangkas Tarif Pasang Baru
Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim (tengah). (Foto: Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kabupaten Jombang mengambil langkah agresif untuk memperluas cakupan interkoneksi air bersih di wilayahnya. 

Sepanjang bulan Juni 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini resmi memberlakukan pemotongan tarif besar-besaran untuk instalasi jaringan baru, sebuah kebijakan strategis yang membidik sektor domestik sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi makro di Kota Santri.

Langkah taktis ini dikemas dalam program Promo Pasang Baru yang berlaku efektif mulai 1 hingga 30 Juni 2026. Kebijakan ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan tembok kendala finansial yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat saat ingin mengakses air bersih yang higienis dan teruji.

Dalam skema tarif teranyar ini, manajemen Perumdam Tirta Kencana memberikan relaksasi biaya yang sangat signifikan bagi kelompok pelanggan kategori Rumah Tangga serta Perumahan Non-Developer. Biaya standardisasi pemasangan baru dipatok flat menjadi Rp 750.000, sebuah angka yang merosot tajam jika disandingkan dengan tarif reguler pada bulan-bulan biasa.

Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini merupakan momentum krusial bagi masyarakat yang masih mengandalkan sumber air mandiri tak teruji untuk segera beralih ke layanan komersial yang terjamin mutunya oleh laboratorium daerah.

"Harga ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan tarif normal, sehingga menjadi momen yang sangat tepat bagi warga yang ingin beralih ke layanan air bersih yang lebih terjamin kualitasnya," ujar Khoirul Hasyim.

Perumdam Tirta Kencana tidak hanya berfokus pada sektor domestik. Sudut pandang tajam diambil korporasi dengan membidik para pelaku usaha ritel, ruko, dan sektor komersial makro di Jombang. Guna mendorong iklim investasi lokal dan meringankan beban operasional pelaku usaha pascapandemi, manajemen memberlakukan diskon khusus sebesar seperempat dari total biaya perencanaan.

"Untuk pemasangan baru kategori Niaga maupun Ruko, pihak perumdam memberikan potongan biaya sebesar 25% dari total biaya Rencana Anggaran Biaya (RAB)," sambung Hasyim.

Insentif finansial pada sektor niaga ini diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya bagi para pemilik usaha kecil hingga menengah (UMKM) di Jombang, kebijakan ini memungkinkan mereka menjalankan roda bisnis dengan pasokan air bersih berstandar kesehatan tinggi tanpa harus dibebani biaya kapital awal yang tinggi.

Mengingat tingginya potensi animo masyarakat, Perumdam Tirta Kencana telah menyiapkan infrastruktur pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan pemohon (statis maupun dinamis) selama satu bulan penuh ini. Manajemen telah menyiagakan posko pelayanan fisik di kantor pusat maupun cabang, serta membuka sejumlah kanal komunikasi digital terintegrasi.

Masyarakat yang ingin mengajukan permohonan pasang baru atau membutuhkan asistensi teknis mengenai estimasi kalkulasi RAB kini dapat mengakses layanan informasi resmi milik perusahaan dengan lebih cepat dan transparan.

Program pemangkasan tarif ini bukan sekadar strategi pemasaran musiman, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang korporasi dalam mengampanyekan gaya hidup sehat berbasis sanitasi prima di Jombang. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow