Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, Pengcab Orado Tulungagung Siap Gaet Anak Muda

Menanggapi legalitas tersebut, para pegiat domino di Kabupaten Tulungagung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan Pengurus Cabang Olahraga Domino (Pengcab Orado) untuk menjaring potensi atlet lokal.

13 Jan 2026 - 16:14
Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, Pengcab Orado Tulungagung Siap Gaet Anak Muda
Sekelompok pemuda di Tulungagung tengah asik bermain cabang olahrga baru domino. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Peta olahraga nasional resmi bertambah seiring pengukuhan domino sebagai cabang olahraga (cabor) prestasi pada 7 Januari 2026. 

Menanggapi legalitas tersebut, para pegiat domino di Kabupaten Tulungagung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan Pengurus Cabang Olahraga Domino (Pengcab Orado) untuk menjaring potensi atlet lokal.

Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret pasca-rapat kerja nasional di Jakarta yang menetapkan domino sebagai olahraga ketangkasan di bawah naungan organisasi resmi.

Ketua Pengcab Orado Tulungagung, Michail Candra Putra, menegaskan bahwa mandat dari pengurus pusat telah diterima dengan jelas: Tulungagung harus menjadi basis kekuatan baru bagi Orado di Jawa Timur.

"Kami berkomitmen penuh menjalankan instruksi pusat untuk membesarkan nama Orado secara profesional. Fokus utama saat ini adalah menjaga soliditas organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dengan kegiatan non-prestasi," ujar Michail, Selasa (13/1/2026).

Michail menargetkan penyusunan struktur organisasi Pengcab Tulungagung akan rampung dalam waktu satu bulan ke depan untuk segera diverifikasi oleh pengurus tingkat provinsi.

Selama ini, domino kerap identik dengan sekadar hiburan rakyat atau permainan rekreasional. 

Namun, dengan status baru sebagai cabor, Orado Tulungagung berambisi mengubah persepsi tersebut menjadi olahraga yang mengedepankan kreativitas, strategi, dan ketangkasan mental.

"Potensi di Tulungagung sangat masif karena basis massa penggemar domino sangat besar. Tugas kami adalah mengonversi hobi tersebut menjadi prestasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bergabung, baik sebagai atlet maupun pengurus," imbuhnya.

Untuk menyosialisasikan tata cara pertandingan resmi yang berbeda dengan permainan konvensional, Orado Tulungagung akan masif melakukan edukasi melalui media sosial. Regulasi ketat mengenai sistem poin dan kode etik pertandingan telah disiapkan oleh pusat guna menjamin sportivitas.

"Teknis permainan kini lebih terukur. Video panduan sudah mulai kami distribusikan agar masyarakat memahami bahwa ini adalah olahraga otak yang kompetitif," jelas Michail.

Kehadiran Orado di Tulungagung diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi kaum muda untuk mengasah kemampuan intelektual lewat medium yang akrab di masyarakat. 

Dengan manajemen organisasi yang transparan dan profesional, domino optimistis dapat berkontribusi dalam perolehan medali pada ajang-ajang olahraga mendatang. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow