DLH Kota Malang Terkesan Abaikan Idjen Boulevard

Pemerhati Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintah Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana sebut lampu signage Idjen Boulevard bukan sekadar pencahayaan, tetapi juga identitas visual untuk mengidentifikasi dan membedakan ikon Kota Malang

19 Feb 2024 - 05:15
DLH Kota Malang Terkesan Abaikan Idjen Boulevard
Kondisi lampu Idjen Boulevard saat ini. (Toski/SJP).

Kota Malang, SJP - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terkesan mengabaikan kondisi kawasan Jalan Besar Ijen, lantaran ditengarai adanya unsur pembiaran terhadap lampu signage idjen boulevard yang mati.

Padahal, kawasan Idjen Boulevard tersebut merupakan salah satu ikon Kota Malang karena telah dibangun sejak pada masa Hindia-Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintah Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana mengatakan, matinya lampu signage Idjen Boulevard tersebut membuat kawasan Jalan Besar Ijen terkesan kurang terawat saat malam hari.

"Lampu signage Idjen Boulevard, sejak dari proses pembangunan sampai dengan saat ini sudah berapa kali mati, itu membuat kesan kurang terawat karena beberapa huruf signage yang mati," ucapnya, saat dikonfirmasi SuaraJatimPost.com, Senin (19/2/2024).

Pria yang akrab disapa Angga ini menjelaskan, sebenarnya lampu signage Idjen Boulevard tersebut bukan hanya sekadar pencahayaan, tetapi juga menjadi identitas visual yang mencolok untuk mengidentifikasi dan membedakan ikon Kota Malang.

"Lampu itu (signage Idjen Boulevard) sebenarnya menjadi daya tarik perhatian orang, tapi jika dilakukan diabaikan sangat disayangkan," tegasnya.

Terlebih, lanjut Angga, DLH Kota Malang terkesan asal-asalan dalam melakukan perawatan, karena ada warna yang tidak seragam atau sama.

"Sejak selesai pembangunan sampai dengan saat ini perawatanya terkesan asal-asalan, terlihat warna hijau si lampu signage tidak seragam, ada yang hijau muda dan tua, bahkan ada yang mati," tegasnya.

Dengan melihat kondisi itu, Angga menegaskan, bahwa dinas terkait tidak melakukan monitoring terhadap aset Pemerintah Kota (pemkot) Malang, padahal itu merupakan tanggung jawab dinas tersebut.

"Ini dapat katakan bahwa dinas terkait hanya mampu membangun dengan menggunakan uang rakyat, tapi tidak dapat memelihara. Padahal, kawasan itu merupakan akses jalan utama dan pejabat Pemkot Malang juga pastinya sering lewat jalan itu, tapi kok tidak ada perhatian sama sekali," tandasnya.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow