Ditinggal Kerja dalam Kondisi Terkunci, Remaja Disabilitas di Tulungagung Nyaris Terpanggang

Meski selamat dari jilatan api, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami gangguan pernapasan akut akibat menghirup gas monoksida. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.

24 Jan 2026 - 14:00
Ditinggal Kerja dalam Kondisi Terkunci, Remaja Disabilitas di Tulungagung Nyaris Terpanggang
Petugas Damkar Tulungagung memadamkan api yang membakar rumah warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Sebuah insiden memilukan nyaris berujung maut menimpa seorang remaja berkebutuhan khusus di Dusun Patikreck, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (24/1/2026) siang. 

Remaja berusia 17 tahun tersebut terjebak di dalam rumah yang dikepung api saat kedua orang tuanya sedang bekerja.

Peristiwa nahas yang menimpa kediaman Sutikno (56) ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga setempat saat kepulan asap hitam sudah membubung tinggi dari atap bangunan.

Suasana mencekam terjadi ketika warga menyadari korban masih berada di dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dari luar. 

Dengan peralatan seadanya, warga berjibaku memadamkan api menggunakan pompa air listrik sembari berupaya menjebol akses masuk.

Beruntung, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) tersebut berhasil dievakuasi tepat waktu sebelum api melalap seluruh ruangan. 

Meski selamat dari jilatan api, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami gangguan pernapasan akut akibat menghirup gas monoksida. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Tulungagung, Hariyanto, membenarkan peristiwa dramatis itu, pihaknya menerima laporan pada pukul 10.44 WIB. 

Dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua truk penyuplai air segera diterjunkan ke lokasi.

"Petugas tiba di lokasi pukul 10.58 WIB dan langsung melakukan lokalisir api. Saat kejadian, korban memang terkunci di dalam rumah seorang diri karena orang tuanya bekerja," ujar Hariyanto.

Ia memastikan bahwa korban tidak mengalami luka bakar fisik, namun korban kini menjalani parawatan akibat trauma dan sesak napas. 

"Kondisi bangunan sekitar 50 persen hangus terbakar," tambahnya.

Berdasarkan hasil investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), sumber api diduga kuat berasal dari kegagalan fungsi elektrikal.

"Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada pengisi daya (charger) ponsel yang terpasang di ruang tamu," ungkap Hariyanto.

Meskipun sejumlah dokumen berharga berhasil diselamatkan, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp150 juta. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow