Disperta Jombang Sebut Ribuan Tikus yang Serang Jagung Petani Berasal dari Pabrik
Kemunculan tikus yang serang lahan tanaman jagung warga bersumber dari lokasi pabrik PT SUR 3 Jombang.
JOMBANG, SJP—Dinas Pertanian (Diaperta) Kabupaten Jombang temukan sumber ribuan tikus yang kerap menyerang tanaman jagung warga Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Pascapanen dan Pemasaran Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Disperta Kabupaten Jombang, Akhmad Jani Masyhudi membenarkan serangan tikus pada tanaman jagung warga. Dia menduga tikus datang dari dalam pabrik.
“Jadi kami sudah melakukan survei lokasi, kondisinya memang dugaan tikus ini dari dalam pabrik lalu keluar, bukan di sawah dia tempatnya,” ucap Akhmad Jani dalam pesan diterim wartawan, Jumat (6/6/2025).
Dugaan tersebut menyusul sejumlah fakta di lapangan. Salah satunya yaitu tidak adanya bekas sarang atau lubang bekas tikus pada lahan.
“Jadi kalau tikus di sawah itu kan pasti ada lubangnya, kami tidak menemukan lubang aktif sama sekali di sini,” ujarnya.
Jani menduga tikus-tikus itu datang dari dalam pabrik melalui sejumlah celah pagar. Sementara kondisi di dalam area pabrik cukup mendukung habitat tumbuh kembang tikus.
“Kondisi di dalam pabrik juga bisa dilihat kan rimbun sekali, dan itu rentan menjadi sarang tikus,” ungkapnya.
Apalagi, dari penuturan petani yang didapatnya jenis tikus yang menyerang bukanlah tikus yang biasa berada di sawah. Petani, disebut Jani menjelaskan ciri tikus yang menyerang sawah mereka berbulu warna abu kemerahan.
“Berbeda dengan tikus sawah yang cenderung kehitaman,” imbuhnya.
Sebelumnya, ratusan hektare tanaman jagung milik petani di Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang mendapat serangan masif dari hama tikus. Akibat hal itu, tanaman jagung petani dipastikan gagal panen.
Tanaman jagung petani diserang tikus selama dua minggu terakhir. Lokasi lahan berdekatan dengan pabrik PT Satwa Utama Raya (SUR) 3, anak perusahaan Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh.
Petani jagung menduga jika hama tikus yang berjumlah ribuan ekor tersebut keluar dari lokasi pabrik yang sedang masa pembongkaran dan pembersihan.
Ponidi (58), warga Dusun Kedungsari mengatakan, hama tikus terjadi usai kegiatan bongkar pupuk di kandang milik PT SUR 3.
"Waktu pokphand belum bongkar aman, setelah pokphand bongkar tikus berhamburan," ucap Ponidi kepada wartawan, Senin (2/6/2025).
Menurutnya, selama semalam hama tikus dapat melibas habis lahan pertanian jagung kurang lebih 1.500 meter persegi. Bahkan upaya pengendalian dengan berbagai cara tidak membuahkan hasil karena begitu banyaknya hama tikus.
"Sedoyo gagal panen, pasang setrum mboten ngatasi, tanaman jagung telas, (semua gagal pamen, pasang setrum tidak berhasil, tanaman jagung habis)," ujar Ponidi. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

