Disperpusip Kota Batu Amankan Anggaran Tunjangan Literasi Masyarakat

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu Ernawati Wahyuningsih pada Sabtu (22/3/2025) menyatakan bahwa alokasi anggaran pengadaan buku tidak mengalami pemangkasan. Pemkot Batu telah menyiapkan dana sebesar Rp 70 juta, sama seperti tahun sebelumnya, untuk menambah koleksi buku cetak di Perpustakaan Daerah Kota Batu.

22 Mar 2025 - 19:29
Disperpusip Kota Batu Amankan Anggaran Tunjangan Literasi Masyarakat
Program peningkatan literasi di Kota Batu (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tidak akan berdampak pada program peningkatan literasi masyarakat.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu menegaskan, bahwa anggaran pengadaan buku baru tetap aman, meskipun terdapat kebijakan penghematan belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu Ernawati Wahyuningsih pada Sabtu (22/3/2025) menyatakan, bahwa alokasi anggaran pengadaan buku tidak mengalami pemangkasan. Pemkot Batu telah menyiapkan dana sebesar Rp 70 juta, sama seperti tahun sebelumnya, untuk menambah koleksi buku cetak di Perpustakaan Daerah Kota Batu.

"Kami memastikan anggaran pengadaan buku tetap tersedia karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat dalam mengakses layanan membaca. Meski jumlah buku yang dapat dibeli bergantung pada harga pasar, Disperpusip Kota Batu tetap memaksimalkan penggunaan dana tersebut," ujarnya.

Sehingga untuk memastikan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pihaknya rutin melakukan survei terhadap pengunjung perpustakaan dan pelajar. Pihaknya juga akan mendatangi sekolah-sekolah untuk mengisi kuesioner mengenai minat baca.

Selain memastikan anggaran pengadaan buku tetap terjaga, Ernawati juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran hanya akan diterapkan pada kegiatan yang bersifat seremonial, seperti diklat atau pelatihan.

“Pemkot Batu tidak akan memangkas anggaran yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Program peningkatan literasi tetap menjadi prioritas,” tutup Ernawati. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow