Disparta Kota Batu Pakai Mobile Data Positioning untuk Pantau Wisatawan saat Nataru 2026
Pemkot Batu memastikan, data kunjungan untuk periode Nataru 2026 akan bisa diakses lebih cepat. Sehingga untuk menjelang kunjungan pada Desember mendatang maka Pemkot
KOTA BATU, SJP – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memastikan penggunaan Mobile Data Positioning (MDP) sebagai sistem utama pemantauan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto pada Kamis (20/11/2025) menegaskan, pola manual yang selama bertahun-tahun dipakai pemerintah sudah tidak mampu mengikuti laju kunjungan wisatawan yang terus meningkat.
“Metode lama itu tidak sanggup lagi membaca dinamika mobilitas wisatawan. Kita butuh data real-time dan presisi. Langkah ini bukan sekadar peningkatan akurasi data, tetapi juga penguatan kontrol terhadap pergerakan wisatawan yang selama ini sulit dipetakan secara presisi," urainya.
Melalui MDP, pergerakan wisatawan akan terdeteksi dari perangkat yang masuk ke wilayah Kota Batu. Data kemudian disaring secara otomatis agar tidak tercampur dengan aktivitas warga lokal, pekerja luar kota, hingga ASN Pemkot Batu yang hilir-mudik setiap hari.
Disparta juga menggandeng Polres Batu untuk memperkuat prediksi kepadatan. Analisis pemesanan kamar hotel dijadikan indikator tambahan. Ketika okupansi menembus 60 persen pada tanggal tertentu, kepadatan lalu lintas hampir pasti terjadi.
“MDP bukan hanya untuk menghitung kunjungan, tapi juga memetakan titik-titik keramaian tahun berikutnya. Ini memudahkan kami membuat strategi rekayasa lapangan. Jadi hanya orang yang muncul di data sebulan sekali yang kami kategorikan wisatawan. Eliminasi ini penting supaya tidak ada distorsi angka,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

