Capaian MTQ Dinilai Belum Maksimal, Wali Kota Batu Tekan Reformasi Pembinaan LPTQ
Dengan dorongan tersebut, Pemkot Batu berharap lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya kompeten di arena MTQ, tetapi juga menjadi penopang karakter Kota Batu sebagai kota yang religius dan bernilai.
KOTA BATU, SJP – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batu harus bergerak lebih terstruktur dan berorientasi hasil dalam masa bhakti 2025–2029.
Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (20/11/2025) menyoroti perlunya LPTQ memiliki peta jalan pembinaan yang jelas, terutama setelah evaluasi hasil MTQ Jawa Timur di Jember. Ia menyebut bahwa capaian Kota Batu sejauh ini belum mencerminkan potensi sebenarnya.
“Pembinaan harus dikerjakan dengan metode yang lebih serius, lebih terukur, dan berbasis evaluasi. Kita tidak boleh puas dengan capaian sekarang,” tegasnya.
Menurut dia, LPTQ memegang peran sentral dalam meningkatkan kapasitas para qari, qariah, hafiz, dan hafizah Kota Batu. Karena itu, ia meminta pengurus baru segera menyusun program kerja 2026 yang lebih tajam arah maupun targetnya.
Di sisi lain, Nurochman menekankan bahwa penguatan literasi dan pemahaman Qur’an tidak boleh berhenti hanya pada ajang lomba. LPTQ, kata dia, harus menajamkan program yang memberikan efek sosial lebih luas, termasuk pembinaan lembaga-lembaga Al-Qur’an dan pelibatan generasi muda.
“Yang kita bangun bukan hanya prestasi, tetapi ekosistem Qur'ani yang hidup di tengah masyarakat. Ini yang saya tekankan: nilai, karakter, dan pemahaman Qur’an harus terasa dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, serta para pengajar Al-Qur’an. Menurutnya, tanpa penguatan jejaring, pengembangan LPTQ tidak akan optimal.
Dalam struktur baru LPTQ Kota Batu 2025–2029, Sekretaris Daerah Kota Batu, Zadim Effisiensi, dipercaya sebagai Ketua Umum. Nurochman berharap kepemimpinan Zadim mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan LPTQ bekerja dengan standar yang lebih profesional.
“Ini momentum menentukan bagi LPTQ Kota Batu. Saya ingin pengurus baru bekerja dengan ritme cepat dan fokus. Kualitas pembinaan dan pemahaman Qur’an harus meningkat signifikan. Kita ingin pembinaan yang betul-betul menghasilkan peningkatan kualitas. Bukan sekadar kegiatan rutin. Kita ingin Kota Batu punya kafilah yang siap bersaing, bahkan menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur pada 2029,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

