Disparta Kota Batu Diminta Perkuat Strategi Kolaborasi untuk Dongkrak Wisatawan
Dengan strategi yang lebih terintegrasi, Disparta didorong mampu menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak PAD meskipun fiskal daerah sedang tertekan
KOTA BATU, SJP – Penurunan kunjungan wisatawan ke Kota Batu sepanjang 2025 menjadi perhatian DPRD Kota Batu seiring melemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan turunnya transfer keuangan daerah dari pusat maupun provinsi.
Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Didik Machmud, menilai kondisi ini harus dijawab dengan penguatan strategi kolaborasi pariwisata oleh Dinas Pariwisata (Disparta).
Pada Kamis (4/2/2026) ia menyampaikan, di tengah keterbatasan anggaran, sektor pariwisata justru dituntut lebih adaptif dan kreatif agar tetap mampu menarik wisatawan dari luar daerah.
"Selama ini, sebagian besar kegiatan pariwisata Kota Batu masih berorientasi pada agenda lokal sehingga dampak ekonominya belum maksimal," ujarnya.
Menurutnya, Disparta perlu mengoptimalkan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata seperti perhotelan, asosiasi perjalanan wisata, hingga pihak swasta agar event yang digelar memiliki daya tarik regional bahkan nasional.
Skema kolaborasi dinilai mampu menutup keterbatasan anggaran pemerintah sekaligus memperluas jangkauan promosi. Sehingga jika terjadi peningkatan jumlah wisatawan sangat penting karena berdampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, dan hiburan yang selama ini menjadi penyumbang pajak daerah terbesar.
“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kalau dikolaborasikan dengan hotel, travel, dan pelaku usaha, kegiatan tetap bisa berjalan dan wisatawan datang,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

