Babak Baru Pembongkaran Makam Remaja di Jogoroto Jombang: Polisi Kerucutkan Indikasi Penganiayaan
Langkah tegas ini diambil setelah penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengerucut pada dugaan kuat tindak pidana penganiayaan.
JOMBANG, SJP – Kepolisian bergerak cepat usai melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) Khoiriah alias Puji, remaja wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi kos Desa Jogoroto. Polisi kini mulai mengerucutkan penyelidikan guna mengumpulkan bukti untuk menguatkan adanya unsur penganiayaan maut di balik kematian korban.
Penyelidikan yang awalnya sempat terganjal penolakan pihak keluarga tersebut kini berjalan agresif. Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan otopsi pada sekujur tubuh korban.
Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa ekshumasi yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Peterongan, merupakan kunci utama untuk melengkapi alat bukti hukum.
""Betul, kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan," ujar AKP Solihin.
Langkah tegas kepolisian ini sekaligus mematahkan alibi awal yang sempat dilontarkan pihak keluarga. Saat jasad korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) lalu, kakak korban sempat berdalih kepada warga bahwa adiknya murni tidak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi.
Namun, skenario tersebut runtuh setelah warga sekitar berinisial N, yang ikut membantu mengevakuasi korban, melihat langsung kondisi tubuh remaja tersebut yang sudah kaku dan dipenuhi luka lebam janggal.
Tak hanya itu, N yang kamar kosnya bersebelahan langsung dengan korban juga mengaku mendengar suara teriakan minta tolong sehari sebelum jasad Khoiriah ditemukan.
Kesaksian krusial dari warga serta temuan fisik saat otopsi kini menjadi kartu as bagi penyidik. Polisi saat ini tinggal menunggu hasil resmi dokumen forensik dari RS Bhayangkara Kediri untuk mencocokkan jenis kekerasan yang dialami korban.
Hasil otopsi tersebut akan menjadi alat bukti pamungkas bagi penyidik Polres Jombang dan Polsek jajaran untuk memastikan penyebab kematian korban. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

