Dinsos Mojokerto Kawal Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Rakyat
Seluruh siswa di Sekolah Rakyat memiliki hak yang setara, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
MOJOKERTO, SJP- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Sosial (Dinsos) menjamin akan memberikan pengawalan penuh terhadap penanganan siswa berkebutuhan khusus yang belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto.
Pengawalan ini mencakup proses pemeriksaan hingga tindakan kesehatan lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo Murdianto, menegaskan bahwa seluruh siswa di Sekolah Rakyat memiliki hak yang setara, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
"Ada juga yang berkebutuhan khusus, ya, kita lakukan pendampingan, kita kirim ke Balai Sentra, Surakarta, untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut," ujar Tri Raharjo usai mendampingi kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (11/10/2025) malam.
Menurut Tri Raharjo, pendataan kondisi masing-masing siswa merupakan tahapan wajib dalam program Sekolah Rakyat. Hal ini sejalan dengan adanya tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes talenta yang dilakukan secara komprehensif.
"Memang tahapan pelaksanaan SR itu kan ada tes pemeriksaan kesehatan, ada tes talenta, jadi yang tes kesehatan disampaikan Pak Menteri tadi itu tes keseluruhan seluruh Indonesia," jelasnya.
Dinsos Kabupaten Mojokerto menyatakan komitmen penuh untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini gagasan Bapak Presiden, terkait pelayanan kesehatan kita prioritaskan, kita fokuskan," tambahnya.
Hingga saat ini, Tri Raharjo memastikan jumlah siswa di SRMP 15 Mojokerto tetap stabil pada angka 50 siswa. Artinya, tidak ada siswa yang mengundurkan diri bahkan kabur.
"Kabupaten Mojokerto ini tetap bertahan 50 siswa, jadi tidak ada yang keluar dan sebagainya. Kalau kabupaten lain mungkin ada, ya. Kalau di Mojokerto, insyaallah aman terkendali," tutupnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Proses belajar selama berlangsung semua lancar tidak ada kendala berarti, alhamdulillah siswa-siswi sangat betah dan senang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat," hjar Teguh.
Ia juga melaporkan bahwa jumlah siswa tidak berkurang, menunjukkan tidak ada siswa yang mengundurkan diri. Hal ini, menurutnya, mengindikasikan bahwa asupan gizi, pola makan, dan pola pendidikan di sekolah aman.
"Saya mendapat laporan dari kepala sekolah, mereka sangat senang, jumlah siswanya tidak berkurang berat badannya juga tidak berkurang, artinya asupan gizi, pola makan, dan pola pendidikan aman," jelas dia.
Teguh menambahkan bahwa sebanyak 13 pendidik dan 18 tenaga kependidikan di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto dalam kondisi baik dan tidak ada masalah.
Menyikapi keberhasilan program pendidikan ini, ia menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 telah menganggarkan Rp8 miliar untuk pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk rencana penyiapan lahan di Dawarblandong.
"Semoga semakin berkembang," pungkasnya. (*)
Ediitor : Danu
What's Your Reaction?

