Dinkes Malang Tekankan Komitmen Turunkan Stunting di Momen HKN ke-61

Fokus strategis tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

15 Nov 2025 - 12:50
Dinkes Malang Tekankan Komitmen Turunkan Stunting di Momen HKN ke-61
Kadinkes Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo (kanan) bersama Bupati Malang Drs. HM Sanusi, Ketua IBI DPC Kabupaten Malang, dan Rektor Universitas Kepanjen Malang saat memberikan keterangan kepada media dalam rangkaian HKN ke-61, Sabtu (15/11/2025). (Foto. Dok. Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting dan memperkuat pelayanan kesehatan dasar. 

Penegasan ini disampaikan melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang November hingga awal Desember 2025.

Fokus strategis tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“HKN tahun ini menjadi momentum untuk mendorong gerakan bersama menurunkan angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi. Peran bidan dan penguatan layanan dasar menjadi titik tekan kami,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Drg. Wiyanto Wijoyo, dalam agenda Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DPC Kabupaten Malang di Universitas Kepanjen, Sabtu (15/11/2025).

Drg. Wiyanto Wijoyo, yang karib disapa Dokter Wi, menjelaskan bahwa pemantauan kasus stunting dilakukan melalui dua metode, yaitu bulan timbang dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Sebagai rujukan utama, Dinkes saat ini mengacu pada data bulan timbang karena SSGI nasional belum dilaksanakan pada tahun ini.

“Bulan timbang Februari 2025 mencatat angka stunting 6,7 persen, atau sekitar 9.000-an anak dari ratusan ribu balita. Memang terdapat sedikit kenaikan dari tahun sebelumnya karena jumlah balita yang diukur lebih banyak. Ini tetap menjadi prioritas intervensi kami,” jelasnya.

Dinas Kesehatan memastikan bahwa anggaran intervensi stunting akan terus disiapkan secara berkelanjutan. Alokasi ini terutama difokuskan untuk peningkatan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Dokter Wi juga menggarisbawahi peran krusial bidan dalam menjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, bidan dibekali kesiapan penanganan kegawatdaruratan, kerja sama dengan konsultan kebidanan, hingga percepatan sistem rujukan dengan rumah sakit.

“Kami mempersiapkan bidan-bidan untuk penanganan darurat dan mempercepat rujukan. Karena kesehatan ibu dan anak adalah kunci untuk menekan angka kematian bayi,” tambahnya. 

Selain itu, edukasi masyarakat juga disebut sebagai tantangan utama. Dinkes menilai masih diperlukan sosialisasi yang masif agar masyarakat lebih sadar terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami memperluas edukasi agar masyarakat lebih berhati-hati dan sadar norma hidup sehat,” tutup Dokter Wi. (ADV) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow