Dindik Kota Batu Gandeng Google for Education, Perkuat Digitalisasi Sekolah
Pendidikan menjadi fokus utama pihaknya ke depan, salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah mencetak 1.000 sarjana setiap tahunnya. Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar seluruh anak-anak Kota Batu memiliki akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
KOTA BATU, SJP – Era digitalisasi semakin menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan teknologi. Menyadari hal ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama Google for Education.
Program ini bertujuan memperkuat daya saing sekolah, meningkatkan akses pendidikan yang lebih luas, serta membekali siswa dan guru dengan keterampilan digital yang mumpuni.
Kepala Dindik Kota Batu, M. Chori pada Sabtu (8/3/2025) menegaskan, pendidikan menjadi fokus utama pihaknya ke depan, salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah mencetak 1.000 sarjana setiap tahunnya.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar seluruh anak-anak Kota Batu memiliki akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Kota Batu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memperkuat daya saing sekolah dengan teknologi. Saat ini, kami sudah bekerja sama dengan Google for Education di beberapa sekolah, dan ke depan akan terus diperluas," ujar Chori.
Lebih lanjut, Chori menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat teknologi seperti Chromebook, tetapi juga peningkatan kompetensi guru.
Dindik Kota Batu akan memberikan pelatihan khusus bagi para guru agar mereka bisa lebih optimal dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
"Sekolah ke depan harus mengarah ke digitalisasi. Oleh karena itu, kami akan memberikan Chromebook untuk satuan pendidikan agar pembelajaran lebih interaktif. Namun, ini tidak hanya soal perangkat, guru juga harus dibekali dengan pelatihan agar mampu mengoptimalkan teknologi yang ada," tambahnya.
Saat ini, kerja sama dengan Google for Education sudah berjalan di beberapa sekolah, di antaranya SMPN 4 dan SMPN 2. Ke depan, program ini akan diperluas ke SDN Mojorejo 1, SDN Punten 1, SDN Oro-Oro Ombo 2, SMPN 3, SMPN 1, dan SMPN 6.
Selain penguatan digitalisasi, Dindik Kota Batu juga fokus pada pengembangan soft skill siswa. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing siswa tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga keterampilan lain yang dibutuhkan di dunia kerja dan industri ke depan.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang kuat. Maka dari itu, berbagai kegiatan ekstrakurikuler akan kami biayai melalui APBD. Dengan begitu, siswa bisa lebih siap menghadapi tantangan di masa depan," jelas Chori.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Dindik Kota Batu berharap pendidikan di Kota Batu bisa terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. Implementasi teknologi dalam pembelajaran serta peningkatan kompetensi guru menjadi bagian dari upaya besar dalam menyiapkan generasi muda yang unggul di era digital. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

