Dinas Sosial Jember Evakuasi Pemuda Korban Pasung di Desa Wonosari

Dalam dua bulan terakhir, MVA menolak mengonsumsi obat dari puskesmas. Akibatnya, emosinya menjadi tidak stabil sehingga membahayakan orang-orang di sekitarnya.

09 Apr 2026 - 16:00
Dinas Sosial Jember Evakuasi Pemuda Korban Pasung di Desa Wonosari
Dinas Sosial Kabupaten Jember saat evakuasi pemuda di Kecamatan Puger. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Seorang pemuda asal Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, berinisial MVA (23), dievakuasi oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Jember. MVA sebelumnya dipasung oleh pihak keluarga lantaran mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kepala UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Kabupaten Jember, Roni Efendi, mengungkapkan bahwa kondisi kejiwaan MVA mulai berubah drastis sejak tahun 2018. Hal tersebut dipicu oleh kecelakaan lalu lintas yang dialaminya saat masih duduk di bangku SMP.

"Informasi dari keluarga, kejadiannya sejak 2018 saat masih SMP. Dia mengalami kecelakaan sepeda motor 'adu banteng' dan benturannya mengenai kepala," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Roni melanjutkan, sebelum mengalami kecelakaan, MVA sering mengonsumsi obat-obatan jenis Dextromethorphan bersama rekan-rekannya untuk mendapatkan efek halusinasi. Kombinasi antara kecanduan obat dan benturan keras pada kepala saat kecelakaan diduga menjadi pemicu utama kerusakan saraf otak yang dialaminya.

"Setelah kecelakaan dan benturan kepala itu, sepertinya ada bagian otak yang semakin terganggu. Kondisinya berubah total. Sejak 2023 sebenarnya sudah diobati secara rutin di puskesmas terdekat," ujarnya.

Roni menjelaskan, dalam dua bulan terakhir, MVA menolak mengonsumsi obat dari puskesmas. Akibatnya, emosinya menjadi tidak stabil sehingga membahayakan orang-orang di sekitarnya.

"Sebenarnya pemasungan ini baru beberapa hari, informasinya baru Senin (6/4/2026) malam. Sebelumnya pada 2023 juga pernah dipasung sebentar, lalu dilepas lagi," paparnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan keluarga untuk memasung MVA bukan tanpa alasan. MVA kerap mengamuk dan mencoba melukai anggota keluarga serta meresahkan tetangga sekitar.

Saat proses evakuasi oleh tim Liposos Jember, MVA tidak memberikan perlawanan dan cenderung pendiam. Petugas langsung mengambil tindakan medis lebih lanjut untuk penanganan kejiwaannya.

"Kemarin saat dievakuasi dia tidak melawan, hanya diam saja. Kami berencana untuk merujuknya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang," ungkapnya.

Setelah dari RSJ Lawang, MVA nantinya akan dikirim ke Rumah Sakit Pusat Pelayanan (RSPP) untuk menjalani rehabilitasi lanjutan. Pihak keluarga diminta untuk terus mendampingi selama proses pengobatan tersebut.

"Keluarga nanti ikut mendampingi ke RSPP. Harapannya agar segera ada pemulihan dan kondisinya bisa kembali stabil," pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow