Dua Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Cari Ikan Usai Mengaji

Dua bocah berinisial MA (6) dan MAJ (6) meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air di Ponorogo saat mencari ikan seusai mengaji, Rabu (8/4/2026).

09 Apr 2026 - 14:30
Dua Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Cari Ikan Usai Mengaji
Petugas dan warga berada di lokasi kubangan air di Ponorogo tempat dua bocah tenggelam saat mencari ikan seusai mengaji, Rabu (8/4/2026). (Foto: Beritasatu.com)

PONOROGOSJP – Dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air di lahan kosong dekat permukiman warga, Rabu (8/4/2026) sore.

Kedua korban berinisial MA (6) dan MAJ (6). Mereka diduga tenggelam saat bermain mencari ikan ketika waktu istirahat setelah mengikuti kegiatan mengaji di masjid sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa tersebut diketahui setelah salah satu teman korban berlari meminta pertolongan karena melihat keduanya tenggelam. Warga yang mendengar teriakan segera menuju lokasi dan menemukan korban berada di dalam kubangan air.

Ayah salah satu korban, Ari Wahyudi, mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut karena sedang berada di rumah. Ia baru mengetahui setelah mendengar keramaian dari arah lokasi kejadian.

“Kok ramai-ramai ada apa, saya lari, tidak tahu ada apa, ternyata ada yang tenggelam, ternyata anak saya yang tenggelam, satunya itu tetangga saya,” kata Ari.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah sangat lemah dan pucat. Warga kemudian membawa kedua anak tersebut ke IGD RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat itu anak saya sudah pucat. Awalnya hanya sekolah sore, belajar mengaji di masjid, biasanya pulangnya memang pukul 17.00 WIB,” tutur Ari.

Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menjelaskan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Disimpulkan tidak ada trauma fisik dari tubuh korban, semua fisiknya bersih, tidak ada bekas lecet, kemudian ada air keluar hidung dan mulut korban,” jelas AKP Nanang.

Dari keterangan saksi, kedua anak tersebut diketahui sedang mengikuti kegiatan mengaji. Namun saat jeda istirahat, keduanya diduga bermain di sekitar kubangan milik warga yang berada tidak jauh dari masjid.

“Untuk tinggi anak-anak ini tingginya 115 cm, untuk anak-anak ini apakah terpeleset atau apa masih akan kita lakukan pendalaman,” ungkap AKP Nanang.

Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua pasang sandal serta satu kopyah di sekitar kubangan yang diduga milik korban. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti peristiwa tenggelam tersebut.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow