Dikucur Dana Rp60 Miliar, Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Akan Bangun SPAM di Pagak
Pembangunan SPAM di wilayah Pagak akan dimulai Juli 2025 dengan target 5.000 sambungan rumah, didukung anggaran APBN sebesar Rp60 miliar.
MALANG, SJP— Perumda Air Minum Tirta Kanjuruhan terus memperluas jangkauan pelayanannya demi mewujudkan akses air bersih yang merata di Kabupaten Malang. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dalam pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah Pagak.
Direktur Utama Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi menyampaikan, pembangunan SPAM ini akan dimulai pada Juli 2025, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui pendanaan APBN kurang lebih sebesar Rp60 miliar.
“Proyek ini ditargetkan menjangkau 5.000 sambungan rumah dalam waktu dua tahun. Ini untuk melayani kebutuhan masyarakat Pagak, termasuk siswa dan lingkungan sekitar SMA Taruna Nusantara,” ujar Samsul usai agenda doa bersama peringati HUT ke-44 Perumda Tirta Kanjuruhan pada Selasa (3/6/2025).
Dia menyebut, sumber air utama berasal dari Sumber Dieng yang memiliki kapasitas debit 1.300 liter per detik. Dari jumlah itu, sebanyak 240 liter per detik akan dimanfaatkan untuk mendukung SPAM Pagak.
“Kami menyiapkan jalur distribusi hingga sambungan rumah tangga secara bertahap, dan seluruh anggaran akan ditanggung APBN,” tambahnya.
Selain proyek SPAM Pagak, Tirta Kanjuruhan juga memperkuat cakupan layanan di wilayah Malang Selatan, khususnya di Sumbermanjing Wetan dan Gedangan, yang saat ini telah mencatatkan animo masyarakat tinggi dengan pendaftaran 3.000 sambungan rumah baru.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan air minum, terutama bagi masyarakat di daerah yang selama ini meminimalkan akses jaringan perpipaan.
Samsul menegaskan, transformasi yang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan tidak semata-mata bersifat teknis, tetapi juga didasarkan pada visi pemerataan, kepedulian sosial, dan profesionalisme.
Dirinya berharap kolaborasi yang dibangun dengan pemerintah pusat bisa menjadi contoh pengelolaan air bersih berdasarkan sinergi dan keinginan.
Tak hanya itu, saya juga berencana untuk membantu masyarakat dalam mendistribusikan air secara gratis khusus tempat ibadah seperti masjid dan musala.
“Ini adalah upaya untuk memastikan air bersih menjadi hak semua orang. Kolaborasi dengan pusat kami dorong terus agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara langsung,” tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

