Dihadiri Bupati Nganjuk, BKKBN Jatim Sebut Baksos MOW dan MOP di RSD Kertosono Tertinggi Peminatnya
NGANJUK, SJP—Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar bakti sosial (baksos) metode operasi wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP) di RAD Kertosono, Ahad (15/6/2025).
Baksos tersebut dibuka oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam sambutannya, Marhaen mengapresiasi peserta yang menjadi akseptor MOW maupun MOP.
“Program MOW dan MOP ini upaya membantu Nganjuk mengendalikan penduduk. Dua anak lebih bagus,” ucapnya, Ahad (15/6/2025).
Marharen menyampaikan, kegiatan ini dalam rangkah memperingati Hari Keluarga Berencana (KB) Nasional. Kegiatan MOW dihadiri 150 orang. Sementara kegiatan MOP dihadiri 6 orang.
Menurut Marhaen, program ini membantu pemerintah dalam pengelolaan keluarga yang sehat. Sehingga dengan program ini, maka masyarakat Kabupaten Nganjuk bisa lebih sejahtera.
"Dengan adanyanya bakti sosial ini, jarak kelahiran 3 sampai 5 tahun dan dipastikan asinya tercukupi, dan menciptakan keluarga yang berkualitas, serta mengurangi resiko kematian ibu dan anak," ujar Marhaen.
Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Waluyo Ajeng Lukitowati yang diwakili dr Sofyan Rijalanda mengatakan, pelayanan KB MOW dan MOP ini digagas oleh Dinas PPKB Nganjuk.
dr. Sofyan menyakpaikan, baksos MOW dan MOP merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur setiap tahun. Kegiatan ini digelar rutin untuk melayani masyarakat.
Ketua Tim Kerja KB dan Kesehatan Produksi Jawa Timur itu menjelaskan, Nganjuk merupakan salah satu daerah dengan peminat MOW dan MOP paling tinggi. Bahkan setiap tahun digelar hingga tiga kali.
"Kami sangat mendukung, bahkan kita alokasikan 2 hingga 3 kali kegiatan, yang mana, baik MOW dan MOP di Kabupaten Nganjuk sangat tinggi, dibanding dengan kabupaten lainnya," ucap dr. Sofyan. (adv)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

