Diduga Geram atas Pemberitaan, Kabag Bank Jombang Intervensi Jurnalis, Ancam Penjarakan Nasabah dan Viralkan Polres

Entah pikiran apa yang ada di benak Kepala Bagian di Bank Jombang Inisial US hingga melarang jurnalis menulis, ancam penjarakan Nasabah, dan mem viralkan Polres.

08 Mar 2025 - 21:31
Diduga Geram atas Pemberitaan, Kabag Bank Jombang Intervensi Jurnalis, Ancam Penjarakan Nasabah dan Viralkan Polres
Kantor PT BPR Bank Jombang terlihat hijau dan megah. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Gencarnya pemberitaan terkait polemik Bank Jombang dan Nasabah yang ditulis media suarajatimpost.com, membuat Kepala Bagian di Bank Jombang, Inisial US diduga geram bukan kepalang. 

Diawali dari tulisan berita berjudul "Ratusan Juta Uang Nasabah Bank Jombang Diduga Raib", dilanjutkan berita "Bank Jombang Bantah Uang Nasabah Tiba-Tiba Raib, ini Penjelasannya!", dan terakhir berita berjudul, "Nasabah Bank Jombang Merasa Jadi Korban Pengalihan Tabungan ke Deposito tanpa Persetujuan".

Melalui saluran telepon kepada jurnalis media suarajatimpost pada Sabtu (8/3/2025) pukul 12.20 WIB, inisial US diduga geram dengan munculnya tulisan yang terakhir. Dengan logat bahasa Jawa, Ia menuding jurnalis berkomunikasi terus dengan narasumber. 

"Gak, bekne nak telepon-telepon sampeyan deke (Siti Maghfiroh, red) kon masukno berita terus, kongkon nang kantor ae deke, embek sing lanang, Adit itu, (Tidak, mungkin telepon-telepon kamu, dia suruh masukkan berita terus, suruh ke kantor saja dia sama suami, Adit itu)," ucap Kepala Bagian di Bank Jombang Inisial US. 

Bahkan dalam nada yang agak tinggi, US menggambarkan jika terus diberitakan, pihak Polres akan terlibat dan menjengkelkan. 

"Mengko nak gak ngunu mas, arek-arek iku terus modele nganu, Polres-Polres barang iku nambah rodo gregetne, tak viralno pisan arek-arek Polres iku. (Nanti kalau gak gitu mas, anak-anak itu modelnya, Polres-Polres juga itu tambah menjengkelkan. Saya viralkan sekalian anak-anak Polres itu)," bebernya dengan nada terdengar geram. 

Ketika disinggung apakah selama terjadinya dugaan polemik yang mencuat di pemberitaan, pihak nasabah sudah mendatangi Bank Jombang, US memastikan belum, bahkan dirinya menginginkan nasabah suami istri AA dan SM untuk datang ke kantor Bank Jombang. 

"Gak wani deke teko, justru aku tak dendo sak arat-arat arek iku mengko sesuai SOP ku tambah entek iku. (Tidak berani datang, justru aku denda sebanyak-banyaknya anak itu, nanti sesuai SOP saya habis itu)," ujarnya. 

Menurut US, jika tidak bisa datang nasabah suami istri AA dan SM maka bisa saja memenjarakan nasabah. 

"Nak gak iso tambah tak masukno, tak jelungupno nang penjara arek iku. Duwe utang aku 800 (juta,red) gak bayar blas, (Kalau gak bisa, tambah aku masukkan, aku dorong ke penjara anak itu. Punya hutang saya 800 tidak bayar sama sekali)," ungkapnya. 

Disinggung langkah direksi terkait dengan ulah nasabah tersebut. Kepala Divisi Bank Jombang ini mempersilahkan datang untuk ambil uang tabungan Rp 200 juta yang dialihkan ke deposito, tapi dengan syarat. 

"Silahkan uang itu diambil, tapi berkas yang mau dialihkan atau diurus menjadi sertifikat suruh melengkapi dan Adit itu ngambil. Karena yang menempatkan ke Bank itu Adit bukan Maghfiroh," terangnya. 

Sebetulnya pihak Bank Jombang jika hendak melaporkan nasabah AA dan SM sudah sejak dulu. Namun, pihaknya masih memberikan kesempatan.

"Itu kalau mau melaporkan sejak dulu sudah bisa, tak usir teko omahe, tak ambil alih (saya usir dari rumah, saya ambil alih). Cuma kita gak enak, masih saya kasih kesempatan, lha terus ngelunjak-ngelunjak terus Adit," jelasnya. 

"Engko nak nganu mas, jangan ditulis, editen wae, engko Polres nyelok-nyelok aku pegel mas, (Nanti kalau apa, jangan ditulis, edit saja, nanti Polres manggil-manggil saya, capek mas)," tambahnya. 

Ia menegaskan kembali bakal memviralkan sesuatu, jika Polres memanggil pihak Bank Jombang. 

"Aku tambah tak viral-viralno nak Polres nyelok-nyelok barang, (Aku tambah memviralkan jika Polres memanggil segala)," akunya. 

Terkait pemberitaan US menduga AA yang menyuruh Maghfiroh untuk memberitakan dan memantau dari jauh. Tidak begitu semestinya, tinggal datang ke kantor Bank Jombang diselesaikan, tidak hanya berkomentar. 

"Saiki lo wes teko, teko nang kantor kan enak yang bersangkutan. Coba kantor sampeyan sampeyan omongi. (Sekarang itu datang saja, datang ke kantor Bank Jombang, kan enak yang bersangkutan. Coba kantor kamu dibilangi)," tandasnya meminta jurnalis menghubungi kantor media suarajatimpost.com. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow