Dibawa Pulang oleh Pesawat Pengantar Jemaah, Begini Proses Pengiriman Air Zamzam ke Embarkasi Surabaya
Pesawat yang mengantar jemaah haji Indonesia ke Bandara King Abdulaziz, Jeddah, memanfaatkan penerbangan pulang (return flight) untuk membawa air zamzam ke Tanah Air karena dinilai lebih efisien.
SURABAYA, SJP—Ribuan botol air zamzam dikirim secara bertahap dari Arab Saudi menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Menariknya, air suci tersebut tidak dikirim menggunakan pesawat kargo khusus. Melainkan dibawa pulang oleh pesawat yang sebelumnya mengantar jemaah haji ke Tanah Suci.
Pesawat-pesawat milik Saudi Arabia Airlines yang mengantar jemaah haji Indonesia ke Bandara King Abdulaziz, Jeddah, memanfaatkan penerbangan pulang (return flight) mereka untuk membawa air zamzam ke Tanah Air. Hal tersebut menjadi bagian dari sistem logistik haji yang telah berjalan bertahun-tahun.
"Pesawat usai mengantar jemaah ke Tanah Suci, balik ke Indonesia sambil mengangkut air zamzam," ucap Sugiyo, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Rabu (21/5/2025).
Pengiriman Bertahap hingga Akhir Mei
Air zamzam dikirim ke Indonesia melalui sembilan kali penerbangan yang dijadwalkan selesai pada akhir Mei. Setiap penerbangan membawa ribuan kardus berisi air zamzam yang telah dikemas dalam botol berukuran 5 liter.
"Zamzam itu kita simpan di sini, untuk nanti dibagikan ke jemaah saat proses pemulangan," lanjut Sugiyo.
Air zamzam yang tiba di Bandara Internasional Juanda langsung dibawa ke asrama haji dan disimpan di gedung F2, menunggu waktu distribusi ke jemaah.
Distribusi hanya untuk Jemaah yang Berangkat
Tidak semua jemaah mendapatkan air zamzam. PPIH menetapkan bahwa hanya jemaah yang benar-benar berangkat ke Tanah Suci yang berhak menerima air zamzam. Termasuk jemaah yang wafat saat berhaji. Nantinya air zamzam tetap diberikan kepada pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan.
"Jemaah yang mendapatkan hanya yang berangkat ke Tanah Suci. Meskipun meninggal dunia di Tanah Suci tetap keluarga akan mendapatkannya. Sedangkan yang batal berangkat, kita tidak bagikan," tegas Sugiyo.
Kenapa Jemaah Dilarang Membawa Sendiri?
Pengangkutan air zamzam melalui maskapai penerbangan dilakukan karena adanya larangan keras dari pemerintah Arab Saudi dan maskapai penerbangan bagi jemaah untuk membawa air zamzam dalam koper atau bagasi mereka. Larangan tersebut dikeluarkan demi alasan keselamatan penerbangan.
Air zamzam yang dibawa sendiri sering kali tidak dikemas sesuai standar penerbangan. Bila bocor di dalam bagasi, cairan tersebut berpotensi menimbulkan korosi pada badan pesawat atau merusak sistem kelistrikan, yang bisa membahayakan penerbangan.
Sebagai solusinya, setiap jemaah mendapatkan jatah resmi 5 liter air zamzam yang diangkut secara terpisah dan aman melalui pesawat pengangkut jemaah. Kemudian dibagikan setibanya di Tanah Air. Dengan skema ini, jemaah tetap mendapatkan haknya tanpa menyalahi aturan.
Proses tersebut dinilai efisien karena memanfaatkan armada pesawat yang memang sudah dijadwalkan kembali ke Indonesia tanpa perlu penerbangan tambahan. Hal ini meminimalkan potensi keterlambatan dan memastikan air zamzam sudah tersedia saat jemaah pulang nanti. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

