Di Tengah Pergolakan Global, Pemkab Mojokerto Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Bupati Muhammad Albarra membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan peta politik global saat ini, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

01 Jun 2026 - 09:57
Di Tengah Pergolakan Global, Pemkab Mojokerto Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau Gus Barra saat membacakan amanat upacara. (Foto: Kominfo for SJP)

MOJOKERTO, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan merefleksikan kembali peran ideologi bangsa di kancah internasional. 

Di tengah situasi geopolitik dunia yang masih dinamis dan penuh pergolakan, Pancasila dinilai bukan sekadar simbol pemersatu domestik, melainkan juga instrumen strategis dalam merajut perdamaian global.

Pesan kuat tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Senin (1/6/2026) pagi. 

Upacara yang berlangsung khidmat sekaligus atraktif ini dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran pimpinan daerah tampak lengkap dengan didampingi Wakil Bupati Moch. Rizal Octavian serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto.

Dalam amanatnya, Bupati Muhammad Albarra membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan peta politik global saat ini, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

Melalui pidato yang dibacakan oleh Bupati, Kepala BPIP menekankan bahwa nilai-nilai universal yang terkandung dalam lima sila Pancasila memiliki daya laku melampaui batas-batas kedaulatan NKRI.

"Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, melalui pidato yang dibacakan oleh Bupati Mojokerto.

Lebih lanjut, Bupati yang karib disapa Gus Barra itu mengelaborasi bahwa peran aktif dalam menjaga stabilitas internasional merupakan mandat hukum tertinggi negara. Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk tidak bersikap pasif terhadap konflik antarbangsa yang terjadi hari ini.

"Sesuai amanat pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ucap Gus Barra pada pidato yang sama.

Pada bagian akhir pembacaan amanat, Muhammad Albarra menyampaikan seruan BPIP kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Mojokerto, untuk membumikan nilai religiusitas sekaligus kemanusiaan sebagai fondasi ketahanan bangsa.

"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita, mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya," tandasnya. 

Kendati sarat akan pesan ideologis yang mendalam, jalannya upacara tetap disajikan secara dinamis dan menarik perhatian peserta. Pihak panitia berhasil memadukan unsur formal kenegaraan dengan unjuk bakat generasi muda daerah, sehingga memecah kekakuan upacara resmi tanpa mengurangi esensi kesakralannya.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan memukau dari "Polisi Cilik" yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN Trowulan. Penampilan pra-acara ini menyuguhkan formasi baris-berbaris yang presisi, tangkas, dan atraktif, yang langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran Forkopimda serta tamu undangan.

Memasuki acara inti, prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan dengan disiplin tinggi oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Mojokerto tahun 2025. Kedisiplinan formasi Paskibra tersebut bergerak harmonis dengan iringan musik instrumental megah yang dibawakan secara langsung oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Mojokerto.

Melalui perpaduan khidmatnya upacara dan keterlibatan aktif generasi muda ini, Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum nyata untuk reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow