Desa Sumberporong Malang Tampilkan Ikon Baru Berbasis Budidaya Ikan dan Gizi Masyarakat

Panen 7 ton ikan nila dan tebar 26 ribu bibit, Sumberporong muncul sebagai wajah baru desa inklusi penggerak ketahanan pangan.

24 Jun 2025 - 22:03
Desa Sumberporong Malang Tampilkan Ikon Baru Berbasis Budidaya Ikan dan Gizi Masyarakat
Potret anak-anak di Desa Sumberporong, Lawang, Malang, saat mengikuti agenda GEMARIKAN (doc. Ist)

MALANG, SJP – Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kini menjelma menjadi ikon baru ketahanan pangan di Kabupaten Malang.

Dengan dukungan kolam rakyat produktif dan semangat kolaborasi pemerintah daerah dan warga, desa ini panen ikan nila sebanyak 7 ton dan menebar 26 ribu bibit ikan dalam rangkaian sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Selasa (24/6/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, didampingi Ketua Forikan Hj. Anis Zaidah Sanusi serta sejumlah pejabat daerah.

Namun sorotan utama datang dari kiprah dan komitmen Kepala Desa Sumberporong, Hajai Diningrum, yang memperkenalkan konsep “Oke Lagi” sebagai branding desa berbasis kearifan lokal.

“Desa kami ingin tampil dengan ikon baru. Karena selama ini Sumberporong hanya dikenal karena dekat RSJ. Sekarang, kami munculkan ikon dari potensi air dan kolam rakyat yang dimiliki desa. Inilah kolam oke lagi,” ungkap Hajai, Kades perempuan itu, Selasa (24/6/2026)

Konsep “Oke Lagi” yang ditawarkan mencakup oganisasi, kesehatan, ekonomi, lingkungan, agama, gotong royong, dan inovasi. Semua itu diramu menjadi gerakan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Sumberporong juga dinobatkan sebagai desa inklusi, dengan keterlibatan penyandang disabilitas dalam kelompok masyarakat yang mengelola perikanan. Bahkan, desa ini telah memiliki Perdes Perlindungan Anak dan Perempuan, satu-satunya di wilayah Malang Utara.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat ikut andil. Bukan hanya segelintir yang mengatasnamakan masyarakat. Di sini ada anak-anak, kader Posyandu, hingga penyandang disabilitas yang terlibat dalam program ikan,” jelasnya.

Langkah Sumberporong bukan semata ekonomi, tetapi juga menyasar zero stunting. Dengan mengandalkan protein hewani dari ikan, desa ini menargetkan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas.

“Kuncinya ada di gizi. Kalau ingin cegah stunting, mulai dari makan ikan. Kami pastikan terus disuplai dan disosialisasikan,” katanya.

Menariknya, hasil panen tidak semata dijual. Sebagian hasil digunakan untuk modal daur ulang budidaya agar program berjalan berkelanjutan (sustainable). Harapannya, kolam rakyat dapat berkembang di seluruh RW di desa ini.

Bupati Malang Sanusi sendiri menyambut baik terobosan tersebut. Ia menyebut Sumberporong sebagai contoh desa yang berhasil menggerakkan ekonomi rakyat melalui kolaborasi lintas sektor.

"Ini contoh desa yang bukan hanya bicara potensi, tapi mewujudkannya. Kolam-kolam rakyat dimanfaatkan, hasilnya dinikmati bersama. Ini sejalan dengan program Gemarikan dan visi Asta Cita Presiden,” puji Sanusi.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Perikanan juga berkomitmen menyediakan bibit dan pakan gratis. Kolaborasi lintas sektor yang dijalankan menjadi kunci keberhasilan program yang kini disebut kolam oke lagi. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow