Derita Pamuji: Petani di Bojonegoro yang 2 Kali Gagal Panen akibat Sawahnya Tercemar Limbah Pertamina

Sawah sewaan yang digarap Pamuji terhitung sudah dua kali mengalami gagal panen yang menurutnya akibat dari limbah sumur pengeboran SKW 38, yang secara kasat mata seperti bahan bakar jenis solar.

22 Feb 2025 - 16:29
Derita Pamuji: Petani di Bojonegoro yang 2 Kali Gagal Panen akibat Sawahnya Tercemar Limbah Pertamina
Pamuji, petani Bojonegoro. (Foto:Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP - Pamuji, seorang petani asal Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro merasakan dampak negatif dari eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan oleh Pertamina EP Sukowati Field di sumur pengeboran Sukowati (SKW) 38 yang dimulai sejak lima bulan lalu.

Sawah sewaan yang digarap Pamuji terhitung sudah dua kali mengalami gagal panen yang menurutnya akibat dari limbah sumur pengeboran SKW 38, yang secara kasat mata seperti bahan bakar jenis solar.

"Sejak adanya drilling sumur Sukowati 38 mengalami gagal panen dua kali," ucapnya lirih, Jumat (21/2/2025).

Sawah yang disewa Pamuji merupakan tanah kas desa (TKD) setempat. Ada juga tanah milik perorangan. Harga sewanya sebesar Rp 1.500 per meter persegi selama satu tahun.

Meski tidak semua sawah sewaannya terkena limbah Pertamina EP Sukowati Field, namun dua kali lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi miliknya mengalami gagal panen.

Sementara sebab sumber utama pendapatannya dari bertani. Terlebih lahannya juga dari hasil sewa.

Untuk lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi itu, dirinya membutuhkan modal sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta dalam satu musim tanam.

"Satu musim bisa tanam dua kali, 6-7 juta itu di luar biaya membajak sawah dan membeli pupuk," beber Pamuji.

Dalam kondisi normal, sawah sewaan Pamuji dapat menghasilkan 12 kuintal gabah selama satu musim. Dalam satu musim ada dua kali tanam.

"Satu kali tanam kalo berhasil 12 kuintal." tandasnya.

Sementara Pamuji memiliki anak yang saat ini masih kuliah. Biaya kuliah anaknya berasal dari hasilnya bertani dengan menyewa lahan.

"Saya gak paham semester berapa anak saya. Kuliahnya saya biayai dari hasil bertani," tandas Pamuji.

Terkait kerugian yang dia alami, Pamuji berharap ada ganti rugi dari pihak Pertamina EP Sukowati Field. Namun Pamuji enggan menyebut nominal ganti rugi yang diharapkan.

Pamuji juga pasrah apakah nantinya Pertamina EP Sukowati Field bakal memberikan ganti rugi padanya atau tidak.

"Males ah dihitung. Kita ajukan saja lah. Nanti kalau perusahaan mau ganti, gak mau ganti ya sudah," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow