Demplot Bawang Merah di Probolinggo Dongkrak Produktivitas Hingga 30 Persen di Tengah Cuaca Ekstrem

Demplot bawang merah di Probolinggo sukses tingkatkan hasil panen hingga 30%. Meski cuaca ekstrem, petani tetap produktif berkat teknologi budidaya dan pemupukan berimbang. Harapannya, program ini bisa diterapkan lebih luas demi kesejahteraan petani.

04 Apr 2026 - 20:31
Demplot Bawang Merah di Probolinggo Dongkrak Produktivitas Hingga 30 Persen di Tengah Cuaca Ekstrem
Disperta Kabupaten Probolinggo bersama petani saat memegang bibit ba2ang merah. (Foto: Humas Disperta Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP - Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan cuaca ekstrem terus digencarkan melalui pelaksanaan demonstration plot atau demplot bawang merah di lahan Kelompok Tani (Poktan) Makmur III, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan. Program kolaborasi antara Pupuk Indonesia dan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil panen petani.

Demplot yang digarap di atas lahan seluas 0,2 hektare tersebut memanfaatkan varietas bawang merah Biru Batu (Ronggojalu). Masa tanam berlangsung selama 53 hari, dimulai pada Februari hingga April 2026. Dari hasil panen, produktivitas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari semula 1 ton menjadi 1,3 ton, atau meningkat sekitar 30 persen.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan, dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmah, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan sistem pemupukan berimbang yang disertai pendampingan intensif kepada para petani selama proses budidaya berlangsung.

“Demplot ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang tepat, khususnya penggunaan pupuk berimbang. Hasilnya terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 persen meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode demplot tidak semata-mata berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

“Melalui demplot ini, petani tidak hanya bekerja di lahan, tetapi juga belajar dan memahami teknik budidaya yang benar. Ini penting agar ke depan mereka bisa mandiri dan tetap produktif dalam berbagai kondisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Diperta Kabupaten Probolinggo, Dadik Eko S, menilai program ini sebagai langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Menurutnya, penggunaan varietas unggul yang dipadukan dengan teknik pemupukan yang tepat mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas.

“Kami melihat demplot ini sebagai model adaptasi pertanian di tengah perubahan iklim. Dengan penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang tepat, produktivitas tetap bisa ditingkatkan secara signifikan,” tuturnya.

Dadik juga berharap keberhasilan program demplot ini dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Kabupaten Probolinggo, sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya secara langsung.

“Harapan kami, model ini bisa dikembangkan di wilayah lain agar produktivitas petani meningkat dan kesejahteraan mereka juga ikut terdongkrak secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow