Dari Pensi hingga Pendidikan Inklusi, Cerita Manis Pelepasan Murid di KB-TK Kusuma RSU Dr Soetomo

Acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B.

01 Jun 2026 - 13:57
Dari Pensi hingga Pendidikan Inklusi, Cerita Manis Pelepasan Murid di KB-TK Kusuma RSU Dr Soetomo
Murid-murid KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo dalam penampilan pentas seni (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruangan saat seekor lebah mungil, singa kecil, kelinci lucu hingga berbagai satwa hutan lainnya tampil percaya diri di atas panggung. Mereka menari, bergerak lincah, dan menyapa para penonton dengan wajah ceria. 

Namun hewan-hewan menggemaskan itu bukanlah karakter dari dongeng, melainkan murid-murid KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo yang tengah merayakan momen pelepasan dan pentas seni tahun ajaran 2025/2026.

Digelar di Hotel Bisanta Bidakara, Tegalsari, acara bertajuk "Save Our Earth and Love Animals" itu menjadi lebih dari sekadar perayaan kelulusan. Pentas seni tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, sekaligus nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sesama makhluk hidup yang selama ini ditanamkan sekolah.

Kepala KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo, Devi Lutfia Anjani, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengajarkan anak-anak agar mencintai bumi dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan sejak usia dini.

"Tema Save Our Earth and Love Animals kami angkat untuk mengajarkan anak-anak menjaga dan melindungi bumi, menjaga kelestarian alam, serta mencintai semua makhluk ciptaan Tuhan," ujar Devi saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2026)

Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai penampilan yang dibawakan siswa KB, TK A, dan TK B. Dengan mengenakan kostum aneka binatang hutan dan karakter petualang, anak-anak tampil menghibur sekaligus menyampaikan pesan sederhana tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Di balik kemeriahan panggung, acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B.

Secara keseluruhan, sekolah saat ini mendampingi 19 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan mereka di atas panggung dan tampil bersama teman-teman lainnya, menjadi gambaran nyata praktik pendidikan inklusif yang terus dikembangkan sekolah.

Menurut Devi, perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya soal angka kelulusan, tetapi juga perkembangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak mengalami perkembangan yang sangat baik. Mereka semakin mandiri, pintar, dan sudah bisa berinteraksi dengan baik," katanya.

Baginya, keberanian anak-anak tampil di depan publik bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan hasil dari proses belajar panjang yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang suportif.

Tak hanya sekolah, kesuksesan acara juga lahir dari keterlibatan aktif para orang tua. Seluruh kepanitiaan kegiatan berasal dari Komite Sekolah yang berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan acara sejak jauh hari.

Dukungan tersebut terlihat mulai dari persiapan kostum, latihan, hingga pelaksanaan acara yang berlangsung meriah. Orang tua tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak-anak.

Melalui momen pelepasan dan pentas seni ini, sekolah berharap nilai-nilai yang diajarkan selama masa belajar dapat terus melekat dalam kehidupan para siswa.

"Semoga semua anak Indonesia menjadi anak yang baik dan beradab, berbudi pekerti luhur, sopan santun, mencintai seluruh makhluk ciptaan Tuhan, saling menyayangi, hormat kepada orang tua, dan bisa menjadi teladan bagi teman-temannya," tutur Devi.

Sejalan dengan harapan Mira Kusuma Wardhani selaku ketua lembaga, Devi juga berharap KB-TK Kusuma dapat terus berkembang menjadi sekolah panutan yang menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Ketua Panitia dari Komite Sekolah, Ika Fajar dan Daniel, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang selama ini konsisten memberikan pendampingan dan ruang berkembang bagi seluruh peserta didik.

Mereka menilai pentas seni dan pelepasan tahun ini bukan hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Kami mengapresiasi seluruh guru dan pihak sekolah yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Semoga KB-TK Kusuma terus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membanggakan bagi anak-anak maupun orang tua," ujar mereka. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow