Dari Pasar Tradisional Kota Blitar, Augmenta AI Labs Dorong SDM Lokal Kuasai AI Terapan

Melalui pengembangan aplikasi Augmenta, sekelompok pemuda kreatif yang tergabung dalam Augmenta AI Labs berupaya menjawab tantangan transformasi tenaga kerja terbesar sejak revolusi industri.

27 Dec 2025 - 21:43
Dari Pasar Tradisional Kota Blitar, Augmenta AI Labs Dorong SDM Lokal Kuasai AI Terapan
Pelaku industri kreatif sekaligus pengembang Augmenta AI-Labs, Cahyo Inda Wahono (depan, kanan) memberi materi dalam pelatihan atau workshop AI terapan berbasis Augmenta di Kafe Selasar, Kota Blitar, Jawa Timur. (Foto:ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

KOTA BLITAR, SJP - Inovasi teknologi tidak selalu hadir dari gedung pencakar langit, di lantai dua Pasar legi, Kota Blitar, sekelompok pemuda justru membuktikan bahwa kecerdasan buatan AI, (Artificial Intelligence) dapat tumbuh dan berkembang dari ruang publik tradisional.

Melalui Augmenta AI Labs, mereka menghadirkan solusi konkret untuk meningkatkan sumber daya manusia di tengah perubahan besar dunia kerja.

Augmenta AI Labs mengembangkan aplikasi Augmenta sebagai sarana pembelajaran dan penerapan AI yang berorientasi langsung pada kebutuhan industri dan UMKM.

Inovasi ini hadir di tengah tantangan global, ketika laporan World Economic Forum Future of Jobs Report 2025 memprediksi munculnya 170 juta jenis pekerjaan baru hingga 2030, bersamaan dengan hilangnya 92 juta pekerjaan lama.

Berdasarkan survei dari EY, bahwa perusahaan global berisiko kehilangan hingga 40 persen potensi keuntungan produktivitas akibat kesenjangan strategi talenta dan keterampilan SDM.

Pendiri Augmenta AI Labs, Cahyo Inda Wahono menjelaskan, permasalahan utama bukan pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesiapan manusia dalam menggunakan secara optimal.

"Banyak orang sudah memakai AI, tapi masih sebatas tugas-tugas dasar. Padahal, potensi terbesar AI ada pada transformasi alur kerja dan efisiensi sistem. Augmenta kami rancang untuk menjembatani kesenjangan itu," jelasnya, Sabtu (27/12/2025).

Berbekal pengalaman panjang di industri audio visual nasional sejak 2004 serta berbagai sertifikasi profesional, Cahyo mengembangkan model pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami AI secara konseptual, tetapi mampu mengintegrasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Cahyo menerangkan Augmenta AI Labs mengusung lima pilar keunggulan yang menjadi pembeda utama dalam ekosistem digital nasional:

  1. Kepemimpinan Berbasis Keahlian Ganda
    Dipandu langsung oleh Cahyo Inda Wahono yang mengawinkan pengalaman industri kreatif papan atas (Jakarta) dengan sertifikasi teknis mutakhir (AI Engineering & Master Trainer), memastikan materi tidak hanya teoritis tetapi sangat praktis.
  2. Metodologi "Gayeng-Aplikatif"
    Menghilangkan hambatan psikologis terhadap teknologi tinggi melalui pendekatan workshop yang hangat dan santai (gayeng), namun tetap mempertahankan standar teknis yang ketat dan siap pakai.
  3. Kurikulum Transformasi Alur Kerja
    Berbeda dengan pelatihan AI umum yang hanya fokus pada pembuatan konten, Augmenta mengajarkan Advanced Prompt Engineering dan integrasi sistem untuk mengotomatisasi alur kerja (workflow) yang kompleks.
  4. Inkubasi di Jantung Ekonomi Rakyat
    Memilih lokasi di Pasar Legi Blitar bukan tanpa alasan; ini adalah simbol demokratisasi teknologi, membuktikan bahwa inovasi kelas dunia bisa lahir dan diterapkan langsung oleh UMKM di ruang publik tradisional.
  5. Ekosistem Talenta Terkurasi
    Melalui aplikasi Augmenta, peserta tidak hanya belajar, tetapi masuk ke dalam jaringan talenta digital yang siap diserap oleh industri yang membutuhkan efisiensi berbasis AI.

"Kami melihat pertumbuhan pasar AI diproyeksikan mencapai nilai USD 1,3 triliun pada 2030. Namun, data menunjukkan bahwa meski 88 persen karyawan mulai menggunakan AI, mayoritas hanya memakainya untuk tugas dasar. Hanya 5 persen pekerja yang benar-benar mampu mengoptimalkan AI untuk transformasi alur kerja. Di sinilah Augmenta hadir untuk membawa pengguna keluar dari pemanfaatan dangkal," ujar Cahyo di Kota Blitar.

Pemilihan Pasar Legi, Kota Blitar sebagai lokasi inkubasi menjadi simbol bahwa transformasi digital dapat diakses semua lapisan, termasuk pelaku UMKM.

Langkah ini dinilai relevan dengan perkembangan UMKM di Kota Blitar yang terus meningkat. Data Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja mencatat jumlah UMKM melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir, sehingga kebutuhan akan literasi teknologi semakin mendesak.

"Masa depan bukan tentang AI menggantikan manusia, melainkan tentang bagaimana manusia yang 'ter-augmentasi' oleh AI mampu menciptakan efisiensi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Dari Blitar, kami berkomitmen memanusiakan AI untuk Indonesia," tutup Cahyo. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow