Dapur SPPG Kembali Dibangun di Mojokerto
Dapur berkapasitas 3.000 porsi untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dibangun di Pondok Peaantren (Ponpes) Teknologi Alhidayah, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, SJP - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali dibangun di Kabupaten Mojokerto.
Dapur berkapasitas 3.000 porsi untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, dibangun di Pondok Peaantren (Ponpes) Teknologi Alhidayah, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Peletakan batu pertama dilakukan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Bangsa Semarang, Letnan Jenderal Purn. Bibit Waluyo didampingi Forkopimda Mojokerto dan sejumlah pimpinan Ponpes.
“Nanti untuk didistribusikan kepada para santri dan pelajar di wilayah Kutorejo. Pembangunan dapur ini dalam rangka menyukseskan cita-cita Pak Prabowo mengentaskan kemiskinan dan stunting untuk menghadapi Indonesia Emas 2045,” kata Bibit Waluyo diwawancarai usai peletakan batu pertama, Kamis (6/3/2025).
Dapur ini, sambung dia mempunyai kapasitas 3.000 porsi untuk mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sama, kapasitasnya 3.000 porsi,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian mengungkapkan, pembangunan ini merupakan program quick wins sesuai dengan program percepatan. Artinya, percepatan memberikan bantuan gizi untuk anak sekolah dan pesantren serta ibu hamil.
"Program ini diharapkan untuk membangun genersi cerdas dan produktif sehingga generasi emas 2045 akan tercapai," katanya saat diwawancarai.
Rizal mengklaim, program ini dinilai bisa mengurangi angka anak putus sekolah dan bisa membuka lapangan kerja.
Rizal menyebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus melakukan penyesuaikan demi sukseskan program pemerintah pusat dalam menanggulangi angka stunting.
“Sejalan dengan MBG, dalam kepemimpinan kami, juga bakal geber program 100 hari kerja berupa minum susu gratis di hari Jumat,” ujarnya.
Program ini disebutnya merupakan bagian dari upaya Pemkab Mojokerto mengampanyekan hidup sehat.
"Minum susu Jumat gratis di sekolah ini diharapkan bisa memperoleh kehidupan sehat secara teratur. Sehingga target Indonesia Emas 2045 bisa terwujud," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

