Ramadan di Balik Jeruji, Ratusan Napi di Mojokerto Ikuti Kajian Kitab Kuning
Lapas Mojokerto menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melakukan kegiatan bertajuk ngaji kilatan kitab miah hadits.
MOJOKERTO, SJP - Momentum bulan suci Ramadan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Tak terkecuali ratusan warga binaan atau narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto yang mengikuti serangkaian kegiatan di bulan suci ini, mulai dari kajian kitab kuning hingga kegiatan pesantren Ramadan.
Lapas Mojokerto menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melakukan kegiatan bertajuk ngaji kilatan kitab miah hadits.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan mengatakan, kegiatan kajian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan di bulan suci.
Tujuannya, membentuk karakter warga binaan yang lebih religius dan berakhlakul karimah.
“Ini bagian dari program di bulan yang penuh berkah, bulan suci. Kita berharap keberkahan dan manfaat spiritual dari bulan suci ini,” kata Rudi diwawancarai, Kamis (6/3/2025).
Di dalam kitab itu, sambung dia, berisi hadits-hadits tentang bagaimana berperilaku yang baik. Mulai dari aspek kehidupan, pentingnya akhlakul karimah, keikhlasan dalam ibadah hingga motivasi taubat atau memperbaiki diri.
“Ini juga sebagai sarana intropeksi diri meningkatkan keimanan bagi warga binaan,” terangnya.
Selain kajian kitab kuning. Lapas Mojokerto juga menggelar pesantren Ramadan. Dalam kegiatan pesantren Ramadan ini, Lapas Mojokerto menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Naqo Mojokerto.
“Sama, tujuannya memperdalam agama. Fokus pada hadits tentang puasa, sunnah yang dianjurkan saat puasa,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

