Dapur Hibrid SPPG di Gresik Telan Dana Investasi Rp1,3 Miliar

SPPG Dapur Hibrid ini dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik, dengan nilai investasi sekitar Rp 1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

21 Oct 2025 - 13:06
Dapur Hibrid SPPG di Gresik Telan Dana Investasi Rp1,3 Miliar
Foto: Anak-anak saat menerima program MBG dapur hibrid SPPG Yayasan PPNU Trate Gresik. (Istimewa/)

GRESIK, SJP - Dapur Hibrid Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate, tengah diresmikan. Melalui pendampingan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan dukungan Corporate Social Responsibility dari PT Petrokimia Gresik, dapur SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu menelan anggaran nilai investasi sekitar Rp1,3 miliar.

Pembangunan dapur SPPG secara kolaboratif tersebut turur mendapat apresiasi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas.” kata dia, Selasa (21/10/2025).

Bupati Yani menjelaskan, bahwa makna hibrid dalam pembuatan dapur SPPG ini bukan sekadar nama, melainkan filosofi dari kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola. Dapur Hibrid SPPG ini hadir sebagai bentuk transformasi sebuah kantin sekolah yang menjadi dapur gizi.

Menurut Yani, dapur program MBG ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan, tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Ia meyakini, model dapur hibrid ini memperpendek rantai penyediaan makanan bergizi sehingga anak-anak mendapatkan asupan sehat langsung di tempat belajar.

Adapun dapur hibrid SPPG ini mengambil peran pegawai kantin sekolah sebagai pengelola atau juru masak dan sebagainya.

“Kualitas makanan yang baik hanya bisa dihasilkan dari dapur yang bersih dan tertib,” pesan Yani, terkait dapur hibrid SPPG Yayasan PPNU Trate. 

Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate Elvi Wahyudi menyampaikan, SPPG Dapur Hibrid ini dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik, dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

“SPPG Dapur Hibrid ini melayani 3.059 murid di lingkungan Yayasan PPNU Trate, terdiri dari MINU Trate Putra (576 murid), MINU Trate Putri (641 murid), SDNU 1 Trate (707 murid), SDNU 2 Trate (53 murid), MTs NU Trate (404 murid), dan SMK NU Trate (678 murid),” pungkas Wahyudi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow