Cuaca Ekstrem di Mojokerto Sebabkan Atap Ambruk hingga Pohon Tumbang, Masyarakat Diimbau Waspada
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
MOJOKERTO, SJP - Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Mojokerto, angin kencang di wilayah Kecamatan Pungging dan Kecamatan Pacet membuat atap rumah warga ambruk hingga pohon berukuran besar tumbang.
Di Desa Cembor, Kecamatan Pacet, pohon jenis bulu berdiameter sekitar 80 sentimeter dilaporkan tumbang menutup jalan, beruntung tidak ada korban dalam insiden di Desa Cembor.
Sementara, di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, pohon berjenis glodokan berdiamater sekitar 60 sentimeter roboh disapu angin, pohon itu menimpa kabel listrik penerangan jalan umum (PJU) hingga terputus dan menyebabkan sejumlah lokasi mengalami listrik padam.
"Di dua desa itu kejadiannya pagi, sekitar pukul 08.00 WIB," kata Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Selasa (2/9/2025).
Tak berselang lama setelah proses evakuasi. Angin kencang juga melanda wilayah Kecamatan Pungging. Akibatnya, atap tempat usaha berupa kanopi ambruk dan mengalami rusak parah.
Tempat usaha itu disebut Khakim adalah milik Nur Syamsiah (54), lokasinya berada di Desa Purworejo.
Kanopi berukuran sekitar 10 x 6 meter itu mengalami kerusakan cukup parah. Meski tidak ada korban jiwa dalam insoden itu, kerugian yang dialami pemilik sekitar puluhan juta.
"Sekitar pukul 10.30 WIB kanopi dihempas angin, rusak parah," terangnya.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Terlebih, sambung dia, di kawasan rawan bencana seperti kawasan pegunungan dan permukiman padat penduduk.
"Masyarakat harus lebih waspada, karena potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

