Kebakaran Hutan Gunung Ringgit Probolinggo Mulai Terkendali, 4,5 Hektare Lahan Terdampak

Berdasarkan estimasi awal BPBD, area terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Lokasi yang terbakar didominasi oleh tanaman yang sangat mudah terpicu api akibat terik musim kemarau.

28 Jul 2026 - 12:30
Kebakaran Hutan Gunung Ringgit Probolinggo Mulai Terkendali, 4,5 Hektare Lahan Terdampak
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Probolingo, Perhutani hingga TNI - Polri melakukan pemantauan (Foto : BPBD Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kini mulai terkendali. Kendati seluruh titik api sudah padam secara visual, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Pemantauan intensif terakhir digelar pada Minggu (26/7/2026) malam oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep, serta warga setempat. Pengamatan dari Dusun II Kedampul, Desa Sapikerep, sejak pukul 22.17 WIB memastikan situasi di lapangan kian kondusif.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa hasil pemantauan bersama menunjukkan perkembangan yang signifikan.

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi ini menunjukkan kebakaran mulai terkendali, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru," ujar Oemar, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan estimasi awal BPBD, area terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Lokasi yang terbakar didominasi oleh tanaman yang sangat mudah terpicu api akibat terik musim kemarau.

"Vegetasi yang terbakar didominasi rumput kering, semak belukar dan pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau," lanjut Oemar.

Kendati kobaran api tak lagi terlihat, tim gabungan tidak lantas menarik diri dari lokasi. Perubahan arah angin kencang serta bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah dinilai masih berisiko memicu kobaran baru.

"Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit, jelasnya.

Situasi makin menguat pada pemeriksaan Senin (27/7/2026) pagi. Kepulan asap yang sebelumnya membubung dari bekas lokasi kebakaran telah hilang sepenuhnya, menandakan areal tersebut relatif aman.

Atas penanganan yang berjalan cepat, Oemar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur penanggulangan bencana, mulai dari BPBD tingkat provinsi dan daerah, aparat TNI-Polri, perangkat desa, hingga warga yang bahu-membahu sejak awal kejadian.

"Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara cepat, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila muncul titik api baru," terangnya.

Mengingat puncak musim kemarau 2026 masih berlangsung dengan ciri cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang, BPBD meminta masyarakat di kawasan lereng Gunung Bromo tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," tegas Oemar.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan berkala di kawasan Gunung Ringgit akan terus berjalan hingga dipastikan bebas dari potensi ancaman api, demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga Sukapura. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow