Butuh Bantuan Pipa, Warga Desa Sulek Bondowoso Cari Sisa Paralon dan Mandi Air Saluran Irigasi

Pasca longsor dan banjir, pipanisasi air bersih warga hancur dan sampai saat ini belum ada bantuan pipanisasi dari pemerintah

27 Dec 2024 - 18:45
Butuh Bantuan Pipa, Warga Desa Sulek Bondowoso Cari Sisa Paralon dan Mandi Air Saluran Irigasi
Warga saat mencari puing-puing paralon di lokasi longsor dan banjir (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Memasuki hari kelima pasca banjir dan tanah longsor yang terjadi di Desa Pakisan dan Sulek Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso, warga masih belum mendapatkan bantuan pipanisasi dari pemerintah.

Hingga Jumat (27/12/2024), warga terdampak hanya mendapatkan bantuan air bersih melalui PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum dan memasak.

Padahal selain bantuan air bersih, yang dibutuhkan oleh warga adalah bantuan pipanisasi, yang memerlukan uluran tangan dari pemerintah, baik kabupaten maupun Provinsi Jawa Timur.

Pasalnya, kerusakan pipa saluran air bersih di Desa Pakisan dan Sulek, tidak bisa ditanggung secara swadaya oleh masyarakat. Karena, membutuhkan biaya yang besar, mengingat jumlah paralon yang dibutuhkan mencapai ratusan lonjor.

Untuk menyiasati hal itu, warga Desa Sulek berusaha mengais sisa-sisa pipa paralon yang rusak dan hilang terbawa material longsor dan arus banjir, yang terjadi pada Minggu (22/12/2024) lalu.

Mereka bergorotong royong menggunakan alat seadanya untuk mencari pipa di tumpukan material batu dan tanah. Dengan semangat dan asa yang kuat, mereka tak merasa lelah meski harus berjibaku dengan hujan dan risiko banjir susulan.

Hal itu disampaikan oleh Shobriyanto, pengurus air dari sumber mata air Legung, yang dialirkan ke beberapa dusun di Desa Sulek. Ia sampaikan, dengan inisiasi sendiri warga berusaha mencari sisa-sisa paralon, pada Kamis (276/12/2024) kemarin.

Namun, pencarian warga hanya menemukan puing-puing paralon yang sudah hancur dan patah menjadi potongan-potongan kecil yang tidak bisa dipaksa untuk digunakan lagi.

“Itu semua atas koordinasi warga di sini. Tenyata banyak yang hancur, dan hanya sebagian kecil yang bisa digunakan,” ucapnya kepada suarajatimpost.com, Jumat (27/12/2024).

Menurutnya, tercatat 80-110 kepala keluarga yang sampai saat ini belum bisa mendapatkan air bersih, untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, untuk mandi, warga di RT 3,4,8,9, 11 dan 12 Dusun Legung, memanfaatkan air saluran irigasi di sawah.

“Untuk minum sementara warga banyak yang ambil di desa tetangga, dan untuk mandi kami di sini pakai air saluran irigasi di sawah-sawah, karena sungai di desa kami airnya masih keruh,” ucapnya lirih.

Saat ini, lanjut Shobri, yang warga butuhkan 40 lonjor pipa paralon dengan panjang per lonjornya 6 meter dan ukurannya 3 dim. Mewakili warga dirinya juga berharap ada bantuan dari pemerintah, karena warga tidak memiliki biaya untuk mengganti paralon.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengganti paralon yang rusak, sehingga warga di sini bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan memasak, minum dan mandi,” harapnya.

Sementara, Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro menyampaikan, untuk perbaikan pipanisasi yang putus terdampak banjir, masih akan mengakses anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), baik dari kabupaten ataupun provinsi. 

"Karena nampaknya kebutuhan anggaran pipanisasi cukup besar, kalau dianggarkan dari BTT milik kabupaten tidak akan cukup. Maka dari itu, kita akan ajukan ke provinsi. Kita juga masih belum tahu bisa atau tidak untuk digunakan," katanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow