Bupati Tulungagung Sidak Menu MBG di Sekolah, Respons Keluhan Masyarakat
Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan program MBG agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
TULUNGAGUNG, SJP - Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung, bersama Satgas program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah penerima program tersebut.
Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat terkait menu MBG yang dinilai kurang layak atau tidak sebanding dengan nominal anggaran yang dialokasikan.
Pemantauan acak ini ditujukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan tujuan awalnya, yakni menyediakan asupan makanan bergizi bagi para siswa.
Dalam video sidak yang diunggah melalui akun Instagram @gatut_sunu pada Jumat (14/3/2026), Bupati Gatut Sunu terlihat berkomunikasi dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang. Dalam percakapan tersebut, ia meminta izin untuk melakukan sidak langsung ke sejumlah sekolah.
“Bu, mohon izin nggih, mohon izin. Saya ini mau sidak ke beberapa titik sekolah Bu ya, izin nggih. Nanti hasilnya saya laporkan ke panjenengan nggih,” ujar Gatut Sunu dalam video tersebut.
Pada lokasi sidak pertama di salah satu sekolah dasar, tim menemukan menu MBG yang terdiri dari nugget, tiga buah kurma, roti tawar tanpa isi, serta saus.
“Dan ini kondisinya seperti ini, bisa dilihat. Ini ada nugget, lalu ada kurma tiga. Kemudian ada roti tawar tanpa isi, dan ada saus,” kata Gatut saat menunjukkan paket makanan yang diterima siswa.
Ia menegaskan, hasil sidak tersebut akan segera dilaporkan kepada pihak BGN di Jakarta untuk ditindaklanjuti.
“Nah, hasil sidak ini secepatnya akan kami laporkan ke Bu Nanik Deyang di Jakarta. Kami selaku kepala daerah ditugasi untuk turun langsung di lapangan, dan tidak hanya di tempat ini saja. Nanti secara bertahap akan kami lakukan di titik-titik lainnya,” ujarnya.
Gatut juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan program MBG agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Menurutnya, program yang merupakan inisiatif pemerintah pusat tersebut memiliki tujuan baik bagi masyarakat.
“Intinya program dari Bapak Presiden Republik Indonesia jangan sampai disalahgunakan. Karena niatannya baik. Kalau di lapangan terjadi sesuatu, itu hanya oknum tertentu. Kami selaku kepala daerah akan selalu tegak lurus pada program-program pemerintah pusat dan akan mengawal pelaksanaannya di Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.
Sidak kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua. Di tempat ini, menu MBG yang ditemukan berbeda, yakni susu kemasan 250 ml, lima butir telur puyuh, satu roti kukus berukuran kecil, dua potong tahu isi, serta satu buah apel.
Gatut menjelaskan bahwa paket makanan tersebut merupakan jatah untuk dua hari sekaligus, yakni Jumat dan Sabtu.
“Ada susu kemasan 250 ml, lalu telur puyuh isinya lima biji, kemudian roti kukus ukuran kecil satu, tahu isi dua, dan apel. Ini adalah jatah untuk dua hari, hari Jumat dan Sabtu yang dijadikan satu atau dirapel,” jelasnya.
Meski menemukan perbedaan menu di lapangan, Gatut menyatakan belum bisa menyimpulkan apakah kondisi tersebut merupakan pelanggaran atau tidak. Ia menegaskan bahwa hasil sidak akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pihak terkait di tingkat pusat.
“Apakah ini pelanggaran atau tidak, saya tidak bisa menyampaikan. Nanti biar hasil sidak ini kita laporkan ke kementerian, ke Ibu Nanik S. Deyang, dan beliau yang akan menindaklanjuti,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

