Pengukuhan KONI, Bupati Malang Sanusi Ingatkan Anggaran Harus Berbanding Lurus dengan Prestasi Atlet
Pemkab Malang dorong pembinaan atlet dan fokus cabang olahraga potensial untuk meningkatkan prestasi pada Porprov Jawa Timur 2027.
MALANG, SJP – Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa pengelolaan organisasi olahraga harus berorientasi pada pencapaian prestasi. Hal itu disampaikan saat pelantikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) masa bakti 2026–2028 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/3/2026) malam.
Menurut Sanusi, kepengurusan KONI yang baru perlu segera melakukan pembenahan manajemen organisasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program pembinaan atlet.
“Manajemen harus ditata dengan baik mulai dari perencanaan, tujuan hingga pelaksanaan. Target kita jelas, pada Porprov nanti Kabupaten Malang harus bisa berada di peringkat kedua,” ujar Sanusi.
Ia menyampaikan bahwa selama beberapa penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, Kabupaten Malang masih berada di posisi keempat. Capaian tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi agar prestasi olahraga daerah dapat meningkat pada ajang berikutnya.
“Bibit atlet harus benar-benar diperhatikan. Kalau atletnya memang berbakat, kemudian dibina dan dilatih secara serius, tentu peluang meraih prestasi akan lebih besar,” katanya.
Sanusi juga menekankan pentingnya menentukan cabang olahraga yang benar-benar memiliki peluang meraih medali emas. Menurutnya, fokus pembinaan perlu diarahkan pada cabang olahraga potensial agar penggunaan anggaran menjadi efektif.
“Cabang olahraga yang punya peluang emas harus difokuskan. Kalau hanya mengirim atlet sebagai penggembira, itu hanya menghabiskan anggaran,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk meraih prestasi olahraga karena memiliki wilayah luas dengan jumlah kecamatan yang banyak dibanding sejumlah daerah lain.
“Ada daerah yang hanya memiliki tiga kecamatan tetapi bisa berada di peringkat dua. Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan, sehingga seharusnya mampu berprestasi lebih baik,” ujarnya.
Sanusi memastikan Pemerintah Kabupaten Malang akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah, baik melalui dukungan anggaran maupun fasilitas pembinaan atlet.
“Yang penting tujuannya adalah prestasi. KONI tidak ada artinya kalau tidak menghasilkan prestasi,” kata Sanusi.
Selain menargetkan peningkatan prestasi di tingkat provinsi, ia juga berharap pembinaan olahraga di Kabupaten Malang mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2028, Darmadi, mengatakan pihaknya akan melakukan perubahan pola pembinaan atlet agar lebih fokus dan terencana.
“Kita akan mengubah pola pembinaan atlet agar lebih fokus dan terencana. Pemusatan latihan juga harus dilakukan secara serius, tidak hanya sekadar seremonial,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa KONI Kabupaten Malang juga akan melakukan pemetaan kekuatan atlet serta cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali pada ajang Porprov mendatang.
“Kita akan memetakan cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali sehingga pembinaannya bisa lebih fokus,” jelasnya.
Selain itu, KONI Kabupaten Malang berencana kembali menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (PorKab) pada tahun 2026 untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat setelah sempat terhenti sejak pandemi.
Menurut Darmadi, ajang tersebut akan menjadi sarana penting untuk menemukan atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi Porprov 2027.
“Kami akan berupaya maksimal meningkatkan peringkat Kabupaten Malang dari posisi empat menjadi dua besar pada Porprov 2027,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

